Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Pertemuan Menlu, Retno Blak-blakan Ogah ASEAN Dijadikan Boneka Kekuatan Besar
Kamis, 25 Juli 2024 17:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, blak-blakan menyuarakan penolakan ASEAN dijadikan proksi atau boneka bagi kekuatan besar manapun.
Pernyataan tegas ini disampaikan dalam sesi retreat Pertemuan ke-57 Menlu ASEAN (AMM) di Vientiane, Laos, Kamis (25/7).
“Sekali ASEAN menjadi proksi, tamatlah peran sentral kita. ASEAN tak lagi bisa jadi 'jangkar' perdamaian dan stabilitas kawasan,” cetus Retno, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemlu.
Retno menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga sentralitas ASEAN. Salah satunya dengan memastikan implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) menjadi arus utama dalam setiap kegiatan ASEAN dan mitra wicara.
Baca juga : Mantan Pembalap F1 Ralf Schumacher Blak-Blakan Ngaku Gay, Anaknya Merestui
Tak hanya itu, Retno juga mengusulkan agar ASEAN merumuskan Deklarasi AOIP sebagai acuan utama arsitektur kawasan, sesuai dengan dokumen Concord IV.
Sebagai tindak lanjut dari penyelenggaraan ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) tahun lalu, tahun ini akan diselenggarakan Pertemuan ke-2 AIPF di sela-sela KTT ke-44 dan ke-45 ASEAN di Vientiane pada Oktober mendatang.
Indonesia berharap AIPF dapat diselenggarakan di bawah keketuaan Malaysia tahun depan.
Soal situasi Laut China Selatan yang semakin memanas juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Retno mengingatkan agar ASEAN tidak salah langkah.
Baca juga : Menperin Tak Nyerah Hadapi Kekuatan Besar
“Satu langkah salah di Laut China Selatan, bisa berubah jadi badai api yang mengerikan!”
Ia menekankan pentingnya penyelesaian pedoman tata perilaku (Code of Conduct/CoC) yang masih dirundingkan ASEAN dan China.
“Pengelolaan isu keamanan di kawasan bergantung pada kita. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerjemahkan komitmen menjadi aksi nyata, antara lain melalui penyelesaian Practical Guidelines to Accelerate CoC yang tahun lalu kita sepakati," tegas Retno.
Dorong ASEAN Kompak Stop Genosida Di Palestina
Terkait isu Palestina, Indonesia mendorong ASEAN untuk bersatu menyuarakan penghentian genosida dan gencatan senjata permanen.
Baca juga : Bertemu Menlu Fajon Di Ljubljana, Menlu Retno Bahas Perdagangan Dan Palestina
Retno Marsudi menegaskan pentingnya ASEAN, sebagai organisasi berbasis aturan atau rules-based, harus secara konsisten menyuarakan penghormatan hukum internasional, termasuk untuk Palestina.
ASEAN harus terus mendorong diimplementasikannya Resolusi 2735. ASEAN juga penting untuk mendukung fatwa hukum (advisory opinion) dari Mahkamah Internasional,” kata Retno.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya