Sebelumnya
Sementara, Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Geryantika Kurnia mengatakan, kebijakan migrasi analog digital ini sejatinya sudah selesai sejak 12 Agustus 2023. Dengan demikian, Indonesia sudah setahun ini sejajar dengan negara lain.
“Kita mulai menghentikan siaran TV analog ini mulai 2 November 2022 dan selesai 12 Agustus 2023, 9 bulan 10 hari. Ini kayak keahiran bayi tercepat di dunia,” kata Gery.
Menariknya, lanjut dia, jumlah kebupatan kota yang terakses penyiaran, khususnya TV digital sudah menjangkau 112 kabupaten/kota. Walau diakuinya, masih ada 113 kab/kota yang masih tidak ada akses TV sekalipun itu adalah TV analog.
Baca juga : Menperin: Industri Manufaktur Dalam Negeri Bisa Bangkit Lagi
“Tapi itu bukan berarti masyarakat tidak punya akses. Tetap mereka menerima siaran akses baik melalui parabola atau TV kabel,” sebutnya.
Dia memastikan, 113 kabupaten/kota ini sedang running pada tahap menuju digitalisasi penyiaran. Ditargetkan, 1-2 tahun ke depan semua wilayah akan bisa menerima siaran TV digital.
Cuma masalahnya, kata Gery, di penyiaran swasta. Pemerintah membangun infrastruktur 3T khusus untuk TV digital ini, sebenarnya bisa menampung 13 program siaran, tidak hanya TVRI saja. Tapi yang terjadi, rata-rata daerah 3T ini hanya bisa menonton TVRI saja.
Baca juga : Peluang BUMN Membangun Pabrik Gula Terbuka Lebar
“Swasta masih memikirkan profit di kota-kota besar saja,” ujarnya.
Dia lalu merujuk ke lembaga survei Nelson yag ternyata hanya mengcover 13 kota, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Banjarmasin, Pontianak dan sejumlah kota besar lainnya. Sementara daerah 3T justru dikeluarkan dari survei.
“Ada slot tersisa antara 8-10 program yang bisa diisi swasta. Kita dorong swasta bisa masuk ke 3T karena masyarakat di sana juga ingin mendapatkan informasi,” pungkasnya.
Baca juga : Ingat, Tiap Rumah Wajib Punya APAR
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 14 Agustus 2024 dengan judul Terkendala Infrastruktur, Duh, Program Siaran Digital Belum Jangkau Daerah 3T
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.