BREAKING NEWS
 

Tak Cuma Saat Libur Nataru

DPR Harap Harga Tiket Pesawat Turun Permanen

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 30 November 2024 07:25 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR, Syaiful Huda. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penurunan harga tiket pesawat sebesar 10 persen disambut suka cita oleh masyarakat. Namun, kalangan Senayan meminta, penurunan harga tiket yang terjadi saat ini dilakukan secara permanen.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Syaiful Huda menyatakan, penurunan harga tiket pesawat dengan penerbangan domestik yang saat ini terjadi, bersifat temporal. Sebab, penurunan hanya berlaku pada 19 Desember 2024 sampai 3 Januari 2025, atau selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

“Artinya, setelah tanggal 3 Januari 2025 tarif tiket pesawat akan kembali normal. Padahal, sudah sejak lama, harga tiket pesawat dianggap terlalu mahal, dan membebani penerbangan domestik di negara kita. Penurunan harga yang bersifat temporal ini, harus dipahami masyarakat,” ujar Huda di Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Baca juga : 5 Periode Berkuasa, Jagoan PKB Kalah

Dia menegaskan, skema penurunan tiket pesawat secara permanen sangat penting dan diharapkan masyarakat. Selain itu, tambah Huda, hal itu juga bertujuan untuk memastikan peningkatan okupansi penumpang pesawat di Tanah Air.

“Kalau tidak terjadi secara permanen, publik bisa bertanya-tanya jika Nataru tiket pesawat turun, tapi saat mudik Idul Fitri tidak atau sebaliknya. Jadi, kajian dan keputusan untuk menurunkan tiket pesawat secara permanen sangat penting dilakukan,” ucapnya.

Namun begitu, Huda mengakui, penurunan harga tiket memang belum bisa dilakukan dalam jangka panjang. Pasalnya, hal itu dapat memicu kerugian bagi Pertamina dan Angkasa Pura sebagai pengelola bandara.

Baca juga : DPR Gembira Gaji Guru Naik

“Kalau melihat komponen penurun harga tiket pesawat, itu masih bersifat sementara. Itu belum bisa dilakukan dalam jangka panjang karena bisa memicu kerugian bagi Angkasa Pura sebagai pengelola bandara, da Pertamina sebagai penyedia utama avtur,” jelas politisi PKB ini.

Lebih lanjut, Huda mengusulkan sejumlah opsi yang bisa dilakukan Pemerintah, sebagai langkah awal penurunan harga tiket pesawat secara permanen. Pertama, kata dia, Pemerintah harus mau menanggung PPN.

Kedua, lanjut dia, Pemerintah menurunkan pajak avtur, serta membuka ruang penyediaan dan pengelolaan avtur, agar tidak didominasi oleh satu pihak. Kemudian, Pemerintah mengajak bicara seluruh pelaku industri penerbangan, untuk menemukan formulasi penurunan tiket yang bisa menguntungkan semua pihak.

Baca juga : Rusun Pasar Rumput Diincar Warga Jakarta

“Saya yakin, jika langkah-langkah itu dilakukan, Pemerintah bisa menurunkan harga tiket pesawat secara permanen,” imbuhnya.

Adsense

Terpisah, anggota Komisi V DPR, Hamka B Kady mengatakan, salah satu pemicu mahalnya harga tiket pesawat, ialah harga avtur. Karenanya, dia mengusulkan, Pemerintah memberi subsidi harga avtur, agar harga tiket peswat bisa turun permanen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense