RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti sejumlah masalah yang masih membayangi dunia pendidikan, seperti regulasi, kesejahteraan guru dan kepastian status tenaga pendidik. Padahal anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari APBN atau sekitar Rp 724 triliun tahun 2025.
Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayati mengatakan, kualitas pendidikan nasional mesti bertambah baik dengan anggaran besar tersebut.
“Ini potret pendidikan kita yang membutuhkan keseriusan bersama. Komitmen Presiden sudah jelas, beliau peduli terhadap pendidikan, baik dari sisi infrastruktur sekolah maupun kesejahteraan guru, baik negeri maupun swasta,” katanya.
Baca juga : Bupati Karawang Kini Berlabuh Ke Gerindra
Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PBPGSI) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Hadir juga, Forum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) GTK 02 SMA-SMK, Ikatan Guru Sertifikasi Swasta (IGSS) PLPG Indonesia, serta Forum Guru Swasta Nasional Passing Grade Tahun 2023.
Esti menekankan, perlu ada evaluasi dan perbaikan kebijakan terkait dengan rekrutmen, kompetensi, serta kepastian status tenaga pendidik. Pemangku kepentingan mesti bersinergi merumuskan kebijakan pendidikan yang berpihak pada tenaga pendidik. Dengan begitu, sistem pendidikan yang lebih berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan dapat terwujud.
Baca juga : KPK Sita Empat Aset Tersangka
Esti juga menyinggung masih adanya permasalahan dalam pengangkatan PPPK.
“Saat periode lalu kami menyelesaikan pengangkatan PPPK, ternyata masih ada persoalan yang mengikuti. Ini membuktikan bahwa solusi tidak hanya berhenti di tahap pengangkatan, tetapi juga harus ada keberlanjutan kebijakan,” ujarnya.
Anggota Komisi X DPR Denny Cagur menambahkan, permasalahan pendidikan tidak hanya terkait kesejahteraan guru tetapi juga menyangkut fasilitas sekolah.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Jurus Kerek Ekonomi
“Banyak hal yang harus dibenahi. Ini baru dari sisi guru, belum lagi sekolah-sekolah yang fasilitasnya sangat minim,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.