Dark/Light Mode

Kejar Target Pertumbuhan 5,2 Persen

Pemerintah Siapkan Jurus Kerek Ekonomi

Minggu, 9 Februari 2025 07:10 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 tercatat 5,03 persen, sedikit di bawah target 5,2 persen yang dicanangkan Pemerintah. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap lebih baik dibandingkan sejumlah negara ASEAN hingga Arab Saudi.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kinerja ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global.

Pada kuartal IV-2024, ekono­mi nasional tumbuh 5,02 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Singapura (4,3 persen), Arab Saudi (4,4 persen) dan Malaysia (4,8 persen).

“Stabilitas ekonomi Indonesia didukung inflasi yang rendah dan terkendali, serta rasio utang yang masih di bawah 40 persen. Ini mencerminkan kebijakan fiskal yang hati-hati dan ruang yang cukup untuk berinvestasi,” ujar Airlangga dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Perekono­mian, Rabu (5/2/2025).

Berdasarkan data, inflasi pada Desember 2024 tercatat 1,57 persen (yoy), berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Sedangkan rasio utang Pemerin­tah sebesar 38,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih dalam batas aman.

Baca juga : BUMN All Out Realisasikan Program Prioritas Pemerintah

Untuk mencapai target per­tumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2025, Airlangga menyebut Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan pendorong ekonomi. Program-program ini bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah akan meluncurkan beberapa stimulus mulai kuartal I-2025, seperti diskon tiket pesa­wat, diskon tarif jalan tol, stabili­tas harga pangan hingga program Harbolnas untuk menyambut Idul Fitri,” ungkapnya.

Selain itu, berbagai insentif yang sedang berjalan, seperti bantuan pangan beras dan dis­kon tarif listrik 50 persen untuk Januari-Februari, diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Program Makan Bergizi Gra­tis (MBG) juga menjadi salah satu faktor penggerak daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, Pemerintah akan memperpanjang insentif pajak seperti PPN ditanggung Pemerin­tah untuk pembelian properti dan kendaraan listrik, PPh DTP bagi sektor padat karya dengan gaji hingga Rp 10 juta per bulan.

Baca juga : Transjakarta Dikenakan Sanksi Denda Rp 3,2 M

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan meski pertumbuhan ekonomi 2024 tidak mencapai target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar 5,2 persen, ekonomi In­donesia tetap stabil berkat peran strategis APBN sebagai alat pengendali (shock absorber).

“2024 bukan tahun yang mu­dah, tetapi berkat kerja keras dan sinergi yang solid, kita berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujar Sri Mulyani.

Untuk 2025, Pemerintah akan terus memperkuat fundamental ekonomi melalui transformasi struktural, ketahanan pangan, pengembangan energi terba­rukan, hilirisasi industri dan peningkatan investasi.

“Pemerintah akan mengop­timalkan koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan agar dampaknya lebih terasa bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mem­peringatkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 berpotensi lebih rendah dari 2024.

Baca juga : Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Dirjen Anggaran Kemenkeu Ditahan Kejaksaan Agung

“Kami memperkirakan ekono­mi Indonesia hanya tumbuh di kisaran 4,7 persen hingga 4,9 persen. Ini dipengaruhi fak­tor global, seperti kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dapat mengganggu perda­gangan dunia, penurunan harga komoditas serta pengurangan belanja pemerintah,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, Jumat (7/2/2025).

Namun, menurutnya, jika kebijakan Pemerintah tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen bisa dicapai.

“Insentif yang tidak efektif harus diganti agar daya dorong ekonomi masyarakat lebih kuat. Hilirisasi industri juga harus dibarengi dengan peningkatan sektor padat karya agar serapan tenaga kerja meningkat dan daya beli tetap terjaga,” tutupnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.