RM.id Rakyat Merdeka - Senayan meminta Pemerintah mengantisipasi gejolak harga bahan pokok menghadapi momen hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idul fitri. Langkah yang dilakukan jangan hanya mengandalkan operasi pasar.
Anggota Komisi IV DPR Riyono mengatakan, konsep operasi pasar telah berjalan selama kurang lebih 15 tahun dan masih terus dipertahankan. Konsep ini seperti obat, mengatasi sakit seketika, tapi tidak ada solusi jangka panjang.
"Kita harusnya sadari, 10-15 tahun yang lalu, gejolak harga pangan selalu diselesaikan dengan operasi pasar. Apa ini satu-satunya solusi?” kata Riyono.
Baca juga : Danantara Bisa Jadi Juara Tingkat Dunia
Dia lalu menyoroti operasi pasar besar-besaran yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Pos Indonesia di sekitar 4.000 titik di seluruh Indonesia. Dia mengakui, operasi pasar ini efektif menjaga daya beli masyarakat karena intervensi langsung Pemerintah.
Namun, persoalan stabilitas dan pasokan pangan tidak cukup melalui operasi pasar semata.
Menurut politisi PKS ini, ada beberapa terobosan yang bisa diterapkan untuk menstabilkan harga pangan ini. Kata dia, dulu ada ide menjadikan setiap kabupaten/kota memiliki bulog-bulog kecil yang fungsinya murni menjaga stabilitas harga pangan.
Baca juga : Kabin Senyap, Nyaman Untuk Perjalanan Jauh
“Sekarang ini kan tugas Bulog ada dua. Satu untuk komersial, satu lagi adalah penugasan Pemerintah, PSO (Public Service Obligation). Ini harus kita clear-kan. Agar ada intervensi langsung dari Pemerintah untuk menjaga harga ini tetap stabil,” ungkapnya.
Dia mengatakan, Komisi IV DPR telah melakukan cross check langsung ke lapangan untuk memantau harga pangan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasilnya, harga bahan pokok, utamanya beras, relatif stabil. Begitu juga dengan harga minyak goreng masih relatif terkendali.
Hanya saja, yang cukup mengalami gejolak adalah cabe dan daging ayam sapi. “Kalau kita melihat saat ini, pangan yang beredar di masyarakat mulai naik, walaupun semuanya mungkin masih dalam toleransi,” sebutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.