BREAKING NEWS
 

Program Sekolah Gratis Dan MBG Dari APBD

Robert Kardinal: Papua Bisa Jadi Pilot Project

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 3 Maret 2025 05:26 WIB
Anggota Komisi IV DPR Robert J. Kardinal. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Hal senada dilontarkan tokoh masyarakat Papua, John NR Gobay. Ditegaskannya, sejatinya Pemerintah memberikan makan kepada anak sekolah bukanlah program yang baru. Sebab makan merupakan kebutuhan dasar manusia, sama dengan pendidikan.

Dijelaskan John, Pemerintah pada waktu lalu, pernah membuat program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).

Dasarnÿa adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pedoman PMTAS. Adapun program PMTAS ini adalah kegiatan pemberian makanan kepada peserta didik dalam bentuk jajanan/kudapan atau makanan lengkap yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya, dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan.

Baca juga : Program Cek Kesehatan Gratis Diapresiasi WHO, Pimpinan MPR Bicara Aksi Nyata Presiden Prabowo

"Dulu juga ada Progas (Program Gizi Anak Sekolah) dikerjakan secara nasional oleh Kemdikbud tahun 2014-2019 bekerjasama dengan Word Food Program (WFP) di 300 Kabupaten/kota dan 600 SD daerah terluar Se Indonesia, dapurnya ditangani oleh orang tua dan masyarakat kampung sendiri," ujarnya.

Menurut John, program makan bergizi gratis ini, dengan pengalaman yang lalu, pelibatan masyarakat jauh lebih cocok, sèpèrti daĺam program PMTAS dan Progas. Tinggal skema kerjanya yang perlu ditetapkan oleh Badan Gizi Nasioñal (BGN) dàlam pŕogràm MBG di Tanah Papua.

Untuk itu, dia menyarankan BGN melakukan sosialiasi kepada Pemda, yayasan dan sekolah terkait kegiatan MBG ini. BGN bersama Pemda juga perlu merumuskan Petunjuk Teknis atau Juknis bersama mengingat situasi di daerah di papua berbeda beda.

Baca juga : Program Cek Kesehatan Gratis Resmi Dimulai, Daftarnya di Aplikasi Satu Sehat

Ada daerah konflik, ada yang aman, ada daerah yang bisa diakses transportasi dan juga ada yang sulit. Ada juga anak dengan pendapatan orang tua yang baik, anak yang pendapatan kurang baik, sehingga tentu penanganannya berbeda beda. Yang penting, tegas John, sumber pangan harus berasal dari Pangan lokal.

"Terdapat juga program 1000HK atau sekarang di sebut Sarasehan oleh Pemda Tolikara dan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) oleh Unipa di Maybrat yang juga dapat diadopsi," sarannya.

Program MBG, tambah John, juga diharapkan dapat menjadi sarana memotivasi anak anak yang tidak ke sekolah yang menurut data Unipa sangat fantastis.

Baca juga : Karakter dan Jati Diri Bangsa Jadi Program Prioritas Pemerintah

"Mereka dapat datang ke sekolah sehingga angka anak putus kuliah bisa berkurang jumlahnya," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense