BREAKING NEWS
 

Ibas: Berkarya Jaga Warisan Intelektual Bangsa

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Kamis, 13 Maret 2025 16:18 WIB
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) saat Audiensi dengan penulis perempuan muda Indonesia di Gedung MPR RI, Rabu (12/3/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan akan terus mendengar, bekerja, dan mengawal agar negara hadir menciptakan kebijakan dan regulasi yang berpihak pada kesejahteraan dan kemajuan penulis Indonesia. 

Karena menurutnya membaca dan menulis adalah bagian dari memajukan Ibu Pertiwi. 

Beberapa yang disoroti Ibas di antaranya isu plagiarism, royalti, hingga hibah literasi dan ketersedian ragam buku bacaan.

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam Audiensi dengan penulis perempuan muda Indonesia dengan topik “Ibu Punya Mimpi, Perempuan Berkisah: Penulis Indonesia Mendunia Tak Terbatas” di Gedung MPR RI, Rabu (12/3/2025) 

“Kita harus tau dalam kehidupan sekarang ini, tidak mudah menjadi penulis. Ada tantangan dan kendala yang dihadapi. Apalagi di era digital saat ini. Pertama, rendahnya tingkat literasi Indonesia. Menurut peringkat UNESCO tahun 2021, Indonesia berada di peringkat 100 dari 208 negara,” ujar Ibas.

“Ini menunjukan kurangnya minat baca yang berdampak pada lemahnya apresiasi karya tulis. Tidak hanya berbicara yang ada di Jakarta dan di kota-kota besar, tetapi di seluruh pelosok Tanah Air,” ungkap Ibas. 

Baca juga : Neymar Bersinar Lagi Di Santos

Tak hanya itu, menurut Ibas, teknologi yang dapat mempermudah akses namun juga bisa menjadi distraksi digital media sosisal, terkadang menjadi penghambat fokus menulis dan membaca. Belum lagi kendala lainnya, yaitu plagiarisme yang merugikan. 

“Plagiarisme, pembajakan buku masih cukup marak. Merugikan penulis yang bergantung pada royalti. Hak cipta kerap diabaikan dan mengancam kesejahteraan para penulis. Akibatnya penulis pemula akan kesulitan mengembangkan keahliannya dalam menulis,” kata Ibas.

“Jadi tidak hanya di dunia musik, tapi di dunia cipta karya buku ini juga masih perlu kita dengar, kita carikan solusi terbaiknya, dan kita pikirkan bagaimana yang menguntungkan untuk semua pihak,” kata Ibas. 

“Kami di MPR RI, Fraksi Partai Demokrat mendengar, bekerja dan mengawal agar peran negara hadir melalui regulasi, kebijakan, dan insentif yang tepat untuk para penulis,” lanjutnya. 

Ibas juga berharap adanya keberpihakan dalam pendidikan. Seperti beasiswa seni budaya yang harus bisa didapatkan oleh mereka yang memiliki keahlian dalam bidang seni dan karya tulis. 

Adsense

Edhie Baskoro Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI mengajak untuk sama-sama memberikan dorongan, dukungan dan memastikan agar kita semua bisa terus mempromosikan buku-buku. 

Baca juga : BRI Dan Blue Bird Perkuat Kerja Sama Hadirkan Solusi Keuangan Digital Bagi Pengemudi

“Melalui pameran buku atau bisa kita lakukan dengan international book fair, kolaborasi serupa di tingkat nasional dan tingkat dunia, memastikan minat baca anak kita semakin meningkat,” katanya. 

Ia mendorong agar jumlah buku yang beredar semakin besar, berkualitas, dan bervariasi.

“Kita dorong agar jumlah buku beredar pun semakin besar. Berkualitas, apalagi buku-bukunya melegakan pikiran, memberikan kreativitas. Bukan buku negatif, yang hoax, yang keluar dari sebuah etika kehidupan bangsa,” ucapnya.

Ibas juga menyampaikan perlunya lebih sering memberikan penghargaan dan apresiasi kepada penulis melalui berbagai event. 

“Literasi bukan sekedar membaca, tapi juga mengambil makna dari setiap kata.” Ibas optimistis.

“Mengutip yang disampaikan Lewis Carrol dalam buku ‘Alice’s Advantures in Wonderland’: It’s no use going back to yesterday. Because I was a different person then.” 
“Setiap perjalanan hidup seperti buku, selalu menghadirkan bab baru dalam kehidupan. Karenanya kita jangan terus terpaku pada masa lalu, tapi kita gapai masa depan penuh tantangan. Setuju ya..?” yang langsung dijawab “Setuju..” oleh seluruh peserta.

Baca juga : Awas Harga Pangan Melangit

Di akhir sambutannya, Ibas mengajak bersama-sama untuk menjaga asa, terus maju, dan berkarya.

“Membaca dan menulis bukan hanya ekspresi diri tapi merupakan bagian dari memajukan Ibu Pertiwi. Teruslah membaca dan menulis. Berbagi cerita dan menginspirasi,” pungkasnya. 

Senada dengan yang disampaikan Ibas, Meisya Sallwa, penulis novel sekaligus peserta acara menyampaikan harapannya agar Pemerintah dapat bergerak bersama memberikan efek jera pada tindakan plagiarism. 

“Banyak sekali buku diplagiat, tapi tidak ada tindakan yang memberikan efek jera. Sebagai penulis banyak efek buruk, tidak hanya berdampak pada penulis tapi seluruh industri penulisan yang dirugikan. Semoga pemerintah bergerak bersama membuat kebijakan yang memberikan efek jera pada plagiarism. Bisa diberikan langkah konkret untuk disosialisasikan lebih luas lagi,” katanya. 

Pada acara ini hadir beberapa peserta yang merupakan penulis perempuan, di antaranya Meisya Sallwa, Grace Reinda, Fayanna Allisha, Nadzira Shafa Askar, Erisca Febriani, dan lain sebagainya. Hadir pula Anggota FPD DPR RI Sabam Sinaga, Raja Faisal Manganju Sitorus, dan Faujia Helga Br. Tampubolon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense