BREAKING NEWS
 

Panen Raya Awal 2025, Fraksi Gerindra Apresiasi Pemerintah

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 6 Mei 2025 11:53 WIB
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam panen raya tahun ini.

Momentum ini, dianggap mampu mendorong produksi beras nasional hingga mencapai 18,76 juta ton selama Semester I tahun 2025.

Catatannya, ini produksi tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog juga telah mencapai lebih dari 3,5 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

"Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Stok CBP mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Bahkan tahun ini Bulog sampai harus mendirikan 25 ribu Gudang improvisasi untuk menampung hasil panen petani lokal yang terus meningkat," kata Budisatrio dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Baca juga : Rayakan Puncak Hari Buruh, Pertamina Apresiasi Kontribusi Pekerja

Sontak, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini optimis, indikator ini cukup mengantarkan Indonesia tidak perlu impor beras dari luar negeri, sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.

Capaian ini, menurutnya bukti keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi kedaulatan pangan sebagai kepentingan strategis nasional. Selain itu, katanya, keberhasilan ini tidak hanya menjamin ketersediaan stok dan kestabilan harga pangan di tingkat konsumen, tetapi juga berperan penting dalam mengakselerasi peningkatan kesejahteraan petani.

Adsense

"Kami melihat capaian ini sebagai refleksi nyata dari visi pemerintah yang menempatkan pangan sebagai sumber daya strategis bangsa yang dapat memberikan dampak multidimensi, mulai dampak terhadap stabilitas perekonomian, hingga peningkatan kesejahteraan petani," katanya.

Budisatrio menilai, bahwa pencapaian ini merupakan sebuah momentum untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros lumbung pangan dunia, dapat meningkatkan daya tawar dan pengaruhnya di tingkat global.

Baca juga : Hardiknas 2025, Rieke Minta Awasi Praktik Pemotongan Dana PIP

"Dengan meningkatnya produksi beras nasional, Indonesia tidak hanya akan memastikan kecukupan pangan dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi dan pengaruhnya di kancah global sebagai lumbung pangan dunia," semangatnya.

Catatannya, komoditas pangan seperti beras, merupakan salah satu komoditas ekspor strategis yang tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam pentas global, terutama di tengah ancaman krisis pangan yang melanda dunia.

Selain itu, Budisatrio juga menggarisbawahi bahwa peningkatan hasil panen yang signifikan ini akan membawa dampak stabilisasi bagi perekonomian nasional. Yaitu, stok pangan yang cukup di pasaran merupakan kunci menjaga stabilitas harga yang kemudian berdampak pada angka inflasi nasional.

"Dari waktu ke waktu, harga komoditas pangan selalu menjadi salah satu kontributor utama inflasi, sehingga menjaga kestabilan harga pangan melalui jaminan ketersedian stok merupakan kunci untuk menjaga stabilitas dan resiliensi perekonomian dalam negeri, terutama di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi global yang sedang kita hadapi hari ini," katanya.

Baca juga : May Day, Pemerintah Apresiasi Sinergi Positif Buruh Dan Pengusaha

Lebih lanjut, pihaknya menilai bahwa peningkatan produksi ini juga akan semakin mempercepat peningkatan kesejahteraan petani, dengan mengkombinasikan peningkatan produksi dengan berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian, seperti jaminan penyerapan harga gabah di Rp. 6.500, hingga penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke petani yang dapat secara signifikan menurunkan biaya produksi mereka.

"Ini bukan sekadar panen besar, melainkan sebuah momentum agar petani-petani kita dapat merasakan kehidupan yang sejahtera, serta memastikan agar visi pemerintah terkait pemerataan ekonomi dapat tercapai, dimulai dari setiap petani-petani kita yang berada di desa-desa seluruh Indonesia," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense