Dark/Light Mode

Jelang Piala Sudirman 2025, Cipayung Gelar Simulasi

Senin, 21 April 2025 06:30 WIB
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Se­luruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat. (Foto: Instagram/taufikhidayatofficial)
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Se­luruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat. (Foto: Instagram/taufikhidayatofficial)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim bulutangkis Indonesia terus mempersiapkan diri menuju kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman 2025. Salah satunya menggelar simulasi pertandingan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Se­luruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat dalam keterangannya. Menurutnya, simulasi dilakukan untuk mengasah kekompak­an para atlet, mengingat Piala Sudirman merupakan kejuaraan beregu campuran yang menuntut kerja sama tim.

Piala Sudirman 2025akan ber­langsung di Gimnasium Fenghuang, Xiamen, China pada 27 April-4 Mei. “Ini pertandingan beregu, bukan individu. Jadi semua harus saling support. Yang tidak bermain pun harus tetap memberi semangat. Karena tidak semua akan turun bertand­ing,” ujar Taufik.

Dalam simulasi tersebut, PBSI akan membagi skuad Merah Putih dalam dua tim, yaitu tim Garuda dan tim Rajawali.

Baca juga : Horor Macet di Priok: Ambulans Tidak Bisa Gerak, Sopir Truk Jengkel & Lelah

Tim Garuda diisi Rivov Ri­valdy/Phita Haningtyas Men­tari (ganda campuran), Putri Kusuma Wardani (tunggal pu­tri), M Zaki Ubaidillah (tunggal putra), Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri) dan Daniel Marthin/M. Shohibul Fiktri (ganda putra).

Sementara untuk tim Rajawa­li Rehan/Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (gan­da campuran), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Alwi Farhan (tunggal putra), Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Ca­haya Pratiwi (ganda putri), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra).

Selain itu, ada sejumlah nama lain yang memperkuat Merah Putih di Piala Sudirman 2025 tapi tidak tercantum dalam simulasi. Seperti Jonatan Christie (tunggal putra), Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra), dan Dejan Ferdinansyah (ganda campuran).

Ganda campuran Rehan Nau­fal Kusharjanto/Gloria Emanu­elle Widjaja menyatakan kesia­pan mereka jika harus dirotasi saat memperkuat tim Indonesia di Piala Sudirman.

Baca juga : Sejumlah Menteri Menghadap Jokowi, Kata Muzani, Prabowo Nggak Terganggu Kok

Rehan/Gloria menjadi salah satu dari sektor ganda cam­puran yang disiapkan PBSI untuk memperkuat Merah Putih bersama Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Dejan Ferdinansyah. Serta Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan bermain di sektor ganda putri.

“Kalau untuk rotasi atau per­gantian pasangan, kami siap-siap saja. Kami siap, semua demi Indonesia,” kata Gloria.

Selain itu, mereka juga pernah berpasangan dengan beberapa nama. Rehan tercatat pernah ber­pasangan dengan Fadia maupun Rinov. Pun demikian dengan Gloria yang pernah berduet dengan Dejan dan Rinov. Gloria dan Rehan yang berstatus non-pelatnas kembali dipanggil ke Cipayung setelah mencatat hasil positif dalam tur Eropa beberapa bulan terakhir.

Mereka sukses menem­bus final Super 300 German Open dan Orleans Masters, yang turut menjadi bahan pertim­bangan PBSI dalam menyusun skuad Sudirman. “Awalnya kami hanya fokus cari poin, tapi ternyata hasil itu jadi pe­nilaian untuk masuk tim. Jadi ya senang, apalagi buat Rehan ini pertama kalinya tampil di Piala Sudirman,” ujar Gloria.

Baca juga : Dilobi Airlangga Cs, Amerika Kasih Sinyal Positif

Rehan mengaku, antusias me­nyambut debutnya di ajang be­regu campuran tersebut. Meski ia tetap berupaya menjaga emosi dan kesiapan mental. “Pasti ada rasa bangga. Saya habis keluar Pelatnas, tiba-tiba dipanggil lagi. Tapi saya juga harus bisa nge-rem, jangan terlalu meledak-ledak. Kata Ci Vita Marissa (pelatih), saya harus nekat saja mainnya, jangan ragu-ragu,” ujar Rehan.

Sementara itu, pebulutangkis Siti Fadia Silva Ramadhanti fokus pada penguatan persiapan individu jelang Piala Sudirman 2025. Fadia mengatakan pelatih ganda putri Karel Mainaky dan pelatih ganda campuran Rionny Mainaky memintanya untuk siap tampil baik di dua sektor tersebut.

“Yang pasti jaga kondisi, jaga fisik dan pikiran yang paling penting. Karena belum pasti main di rangkap atau tidak. Dan pelatih Karel dan Coach Rionny bilang harus siap diturunkan di mana saja,” kata Fadia.

Dengan waktu persiapan yang cukup singkat, Fadia menjalani program latihan secara bergan­tian antara sektor ganda putri dan ganda campuran. “Sekarang lebih ke karena mepet, jadi pulang dari China (Kejuaraan Asia), persiapan paling 10 hari, latihannya sehari di mix, sehari di ganda putri. Tidak ada kesuli­tan, cuma memang porsinya dia­tur oleh pelatih,” ujarnya. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.