BREAKING NEWS
 

822 Remaja Majalengka Terjangkit HIV/AIDS

Pemerintah Harus Tingkatkan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Senin, 26 Mei 2025 07:25 WIB
Ketua DPR, Puan Maharani. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Terpisah, anggota Komisi II DPR, Ateng Sutisna juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait lonjakan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja di Kabupaten Majalengka. "Ini bukan sekadar angka. Ini alarm keras, pendidikan karakter dan moral kita sedang menghadapi ujian serius," cetusnya.

Ateng menilai, penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja memiliki kaitan erat dengan perilaku seksual berisiko dan minimnya edukasi tentang kese­hatan reproduksi. Dia juga meng­kritisi sistem pendidikan yang terlalu formalistik dan kurang menyentuh aspek pembentukan karakter.

"Ingat, remaja kita tidak hanya butuh teori. Mereka butuh kete­ladanan, pemahaman agama, dan pelatihan nilai tanggung jawab sosial sejak dini," tegasnya.

Baca juga : 21 PAC Menolak Plt, Gerindra Kuningan Memanas

Lebih lanjut, Ateng mendo­rong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar lebih aktif menangani isu moralitas dan perilaku berisiko pada anak dan remaja. "KPAI jangan hanya fokus pada kekerasan fisik terha­dap anak. Ancaman kerusakan moral juga harus menjadi per­hatian utama," pintanya.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, tak menampik be­sarnya jumlah pelajar/mahasiswa di daerahnya, yang terjangkit HIV/AIDS. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mengampa­nyekan bahaya HIV/AIDS.

"Kita tidak bisa mengandal­kan Dinas Kesehatan atau Pusk­esmas. Saya minta semua pihak berperan aktif dalam mengedu­kasi masyarakat. Saya juga mendukung penuh keterlibatan Kwarcab Pramuka dalam pro­gram Lajur Pesat ini," ujarnya.

Baca juga : Penyidik Buka Peluang Terapkan Pasal TPPU

Eman juga mengingatkan para pelajar dan mahasiwa agar menjauhi pergaulan bebas, seks bebas, narkoba, dan hubungan sesama jenis, serta faktot-faktor lain yang menjadi penyebab penyebaran HIV/AIDS.

Banyaknya pelajar dan ma­hasiswa yang terkena HIV/AID di Kabupaten Majalengka, juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka me­minta Pemerintah menangani masalah itu secara serius, agar tak menyebar secara luas.

"Astaga, di Majalengka, sampai 822 kasus dari 2.000 orang yang positif HIV/AIDS. Kok sampai meledak ya? Apakah ini tren seks bebas atau semua instrumen yang dimiliki Pemerintah tidak bertindak?" tulis akun @FaGtng.

Baca juga : Bank Diminta Segera Pangkas Suku Bunga

"Kasus di Majalengka adalah warning keras buat para pemangku jabatan. Masa yang terinfeksi virus HIV/AIDS di pelajar dan maha­siswa totalnya sampai 822 orang," cetus akun @AntoniusCDN.

"HIV/AIDS semakin bertambah, karena Pemerintah kurang kasih edukasi ke pelajar. Di sisi lain, para pelajar dan mahasiwana juga cuek. Ini pelajaran buat kita semua," cuit akun @CutSarina5. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense