Sebelumnya
Terpisah, anggota Komisi II DPR, Ateng Sutisna juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait lonjakan kasus HIV/AIDS di kalangan remaja di Kabupaten Majalengka. "Ini bukan sekadar angka. Ini alarm keras, pendidikan karakter dan moral kita sedang menghadapi ujian serius," cetusnya.
Ateng menilai, penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja memiliki kaitan erat dengan perilaku seksual berisiko dan minimnya edukasi tentang kesehatan reproduksi. Dia juga mengkritisi sistem pendidikan yang terlalu formalistik dan kurang menyentuh aspek pembentukan karakter.
"Ingat, remaja kita tidak hanya butuh teori. Mereka butuh keteladanan, pemahaman agama, dan pelatihan nilai tanggung jawab sosial sejak dini," tegasnya.
Baca juga : 21 PAC Menolak Plt, Gerindra Kuningan Memanas
Lebih lanjut, Ateng mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar lebih aktif menangani isu moralitas dan perilaku berisiko pada anak dan remaja. "KPAI jangan hanya fokus pada kekerasan fisik terhadap anak. Ancaman kerusakan moral juga harus menjadi perhatian utama," pintanya.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, tak menampik besarnya jumlah pelajar/mahasiswa di daerahnya, yang terjangkit HIV/AIDS. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mengampanyekan bahaya HIV/AIDS.
"Kita tidak bisa mengandalkan Dinas Kesehatan atau Puskesmas. Saya minta semua pihak berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat. Saya juga mendukung penuh keterlibatan Kwarcab Pramuka dalam program Lajur Pesat ini," ujarnya.
Baca juga : Penyidik Buka Peluang Terapkan Pasal TPPU
Eman juga mengingatkan para pelajar dan mahasiwa agar menjauhi pergaulan bebas, seks bebas, narkoba, dan hubungan sesama jenis, serta faktot-faktor lain yang menjadi penyebab penyebaran HIV/AIDS.
Banyaknya pelajar dan mahasiswa yang terkena HIV/AID di Kabupaten Majalengka, juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka meminta Pemerintah menangani masalah itu secara serius, agar tak menyebar secara luas.
"Astaga, di Majalengka, sampai 822 kasus dari 2.000 orang yang positif HIV/AIDS. Kok sampai meledak ya? Apakah ini tren seks bebas atau semua instrumen yang dimiliki Pemerintah tidak bertindak?" tulis akun @FaGtng.
Baca juga : Bank Diminta Segera Pangkas Suku Bunga
"Kasus di Majalengka adalah warning keras buat para pemangku jabatan. Masa yang terinfeksi virus HIV/AIDS di pelajar dan mahasiswa totalnya sampai 822 orang," cetus akun @AntoniusCDN.
"HIV/AIDS semakin bertambah, karena Pemerintah kurang kasih edukasi ke pelajar. Di sisi lain, para pelajar dan mahasiwana juga cuek. Ini pelajaran buat kita semua," cuit akun @CutSarina5. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.