Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Suporter garis keras AC Milan kecewa dengan prestasi tim idolanya itu yang kian jeblok. Mereka menuntut investor asal Amerika Serikat (AS) angkat kaki dari Rosonerri, julukan Milan.
AC Milan mengakhiri kompetisi di peringkat tujuh klasemen setelah mengalahkan Monza 2-0, di pertandingan terakhir Serie A di Stadion San Siro, dini hari kemarin. Laga itu diwarnai aksi protes ultras alias suporter garis keras Curva Sud atas kegagalan Milan musim ini.
Milan hanya menduduki papan tengah saat menyelesaikan kompetisi. Milan yang memiliki poin 63, akhirnya menempati peringkat tujuh.
Namun posisi tersebut masih bisa berubah karena Milan hanya unggul satu poin dengan Fiorentina yang menghadapi Udinese. Bila menang, maka Fiorentina akan menggeser Milan.
Baca juga : Juara Gonet Geneva Open 2025, Djokovic Bukukan Gelar Ke Seratus
Hanya saja di mana pun posisinya, Milan tetap gagal berlaga di kompetisi Eropa. Selain itu, mereka juga tersingkir di Liga Champions. Kontras dengan pencapaian musim lalu, yang menjadikan Rossoneri bisa tampil di Liga Champions. Kini, tim asuhan Sergio Conceicao harus absen, tidak hanya memperebutkan trofi si kuping lebar, tapi juga di Liga Eropa atau Liga Konferensi.
Alhasil, ribuan suporter melakukan aksi demonstrasi di markas Milan sebelum dan sesudah pertandingan. Mereka mendesak agar pemilik klub, Gerry Cardinale menjual saham Milan dan meninggalkan klub.
Tidak hanya Cardinale yang merupakan pimpinan RedBird sebagai pemegang saham mayoritas Milan. Tapi juga pimpinan klub Paolo Scaroni, Chief Executive Officer (CEO) Giorgio Furlani, advisor senior Zlatan Ibrahimovic, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada yang menjadi sasaran aksi demo.
Investor asal Amerika Serikat, RedBird Capital Partners membeli Milan pada Juni 2022. Saat itu, Milan baru saja memenangi scudetto untuk kali pertama setelah 11 tahun nirgelar Serie A.
Baca juga : Kelly Tandiono, Cari Miss Indonesia Cantik Dan Inspiratif
Namun setelah pergantian pemilik saham, Milan justru tak pernah meraih trofi lagi. Milan hanya mampu memenangi Piala Super Italia saat tim ditangani Conceicao yang menggantikan Paulo Fonseca, Desember 2024.
Suporter sesungguhnya sudah kecewa dengan keputusan klub saat memberhentikan Stefano Pioli yang membawa Milan meraih gelar juara liga.
Apalagi, dia malah digantikan Fonseca yang dinilai kalah kualitas. Terbukti, Milan mengalami keterpurukan di bawah asuhan Fonseca yang kemudian dipecat.
Fans juga mengritik pemecatan Paolo Maldini sebagai direktur teknik pada 2023. Bagi tifosi, Maldini adalah legenda.
Baca juga : Vanesha Prescilla, Tak Pernah Punya Obsesi Jadi Artis
“Di antara suporter memang ada yang kecewa, menyesal, marah dan frustrasi. Perasaan itu sama dengan yang kami rasakan. Jangan berpikir kami mengabaikannya,” kata Furlani.
Di pertandingan terakhir, Milan yang tidak bisa didampingi Conceicao harus bekerja keras sebelum mengalahkan Monza. Meski demikian, mereka sukses meraih tiga poin lewat dua gol dari Matteo Gabbia dan Joao Felix. Sampai laga berakhir skor 2-0 untuk Milan.
“Bagi Milan, pemain dan fans adalah obyek yang berada di posisi pertama. Kami tentu akan membahas kompetisi musim depan, dan mengapa kami hanya bisa berada di posisi seperti sekarang ini,” kata asisten pelatih Joao Costa.
“Kami bermain bagus di pertandingan ini dan puas dengan hasilnya,” tuntasnya. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya