Dark/Light Mode

21 PAC Menolak Plt, Gerindra Kuningan Memanas

Senin, 26 Mei 2025 07:20 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), Toto Tohari. (Foto: Dok. DPRD Kuniangan Kab.)
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), Toto Tohari. (Foto: Dok. DPRD Kuniangan Kab.)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kondisi internal di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar) memanas. Sebanyak 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra se-Kabupaten Kuningan menolak kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC, Toto Tohari.

Ketua PAC Partai Gerindra Cilimus, Agung Prasetya mengatakan, Toto Tohari tidak menjalankan kepemimpinan dengan baik, tidak aspiratif dan tidak demokratis. Toto, kata Agung, lemah dalam komunikasi dan pembinaan organisasi, baik tingkat PAC dan ranting.

“Dampaknya adalah menurunnya semangat juang kader, sehingga citra partai di tengah masyarakat menjadi buruk,” kata Agung dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025).

Agung mengklaim, penolakan kepemimpinan Toto sebagai pelaksana tugas (Plt), diikuti jaja­ran pengurus, kader dan simpati­san partai di seluruh Kuningan. Soalnya, kata dia, Toto tidak melibatkan struktur partai secara keseluruhan, dan pengambilan keputusan strategis.

“Termasuk juga (Toto) tidak mampu mengakomodasi aspirasi kader, dan simpatisan partai di tingkat bawah,” tambahnya.

Baca juga : Penyidik Buka Peluang Terapkan Pasal TPPU

Bahkan, Agung menuding Toto melakukan tindakan-tindakan yang merugikan solidaritas Partai Gerindra di Kuningan. Dia mencontohkan, transparansi anggaran DPC Partai Gerindra Kuningan dan anggaran dana perjuangan yang digelontorkan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kuningan Pilkada 2024.

“Partai Gerindra mendapatkan dana perjuangan untuk struktural dan kader partai. Akan tetapi tidak direalisasikan ke bawah,” keluhnya.

Agung meminta Ketua Umum Partai Gerindra, melalui Ketua DPD Gerindra Jabar, untuk segera mengambil langkah evalausi dan mengganti kepemimpinan DPC Partai Gerindra Kuningan, guna menjaga keutuhan soliditas dan marwah partai.

Dia menegaskan, mendukung penuh perbaikan internal organisasi dan pembentukan kepengurusan DPC yang lebih representatif, transparan dan sesuai dengan semangat kejuangan Partai Gerindra.

“Partai Gerindra Kuningan menyatakan kesetiaan penuh terhadap Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan siap menjaga semangat partai demi tercapainya cita-cita besar partai untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Baca juga : Bank Diminta Segera Pangkas Suku Bunga

Bagaimana tanggapan Plt Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, Toto Tohari? Dia membantah keras tudingan sejumlah Ketua PAC Gerindra dalam deklarasi penolakan kepemimpinannya pada Selasa (20/5/2025).

Toto menegaskan, deklarasi tersebut tidak merepresentasikan keseluruhan PAC Gerindra se-Kabupaten Kuningan. Bahkan, dia menuding, ada pihak tertentu yang sengaja menggerakkan aksi tersebut dengan janji-janji pemberian uang.

“Saya sudah mengetahui gera­kan ini jauh-jauh hari. Mereka berasal dari 5 PAC yang memiliki Surat Keputusan (SK). Sisanya hanya ikut-ikutan,” terang Toto, Minggu (25/5/2025).

Menurut Toto, manuver para penggagas deklarasi sangat dipaksakan dan tidak mencer­minkan prinsip satu komando sebagai ciri khas Partai Gerindra. Bahkan, dia menantang pihak lain yang merasa tidak nyaman dengan kepemimpinannya untuk keluar dari struktur partai.

Terkait isu transparansi anggaran Pilbup Kuningan, Toto mengaku siap membuka seluruh data anggaran kepada pihak yang mempertanyakannya.

Baca juga : Blokir Anggaran Dibuka, Cepat Dibelanjakan Dong

Dia mengklaim, bersama Bupati Kuningan terpilih, Dian Rachmat Yanuar, bersedia men­jelaskan secara gamblang terkait dana perjuangan yang diterima oleh DPC Partai Gerindra pada Pilkada lalu.

“Berapa yang kami terima, dan ke mana dana itu digunakan, semuanya bisa kami pertang­gungjawabkan,” tegasnya.

Toto menegaskan, tidak gentar dalam menghadapi gelombang penolakan yang digerakkan oleh segelintir orang demi ses­aat tersebut. Dia menduga, ada motif materi yang mengiringi aksi tersebut.

“Saya tidak takut dengan riak-riak yang hanya dilakukan segelintir orang seperti itu,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.