BREAKING NEWS
 

Cek Progres Penyelamatan

Bane Yakin, Status Geopark Kaldera Toba Bisa Dipertahankan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 4 Juni 2025 20:27 WIB
Anggota Komisi VII DPR Bane Raja Manalu (keempat kanan). (Foto: Dok. Bane)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR Bane Raja Manalu mendukung dan meyakini status Geopark Kaldera Toba dapat dipertahankan. Hal itu disampaikan Bane usai bertemu Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba dan sejumlah tokoh, di Kantor Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Rabu (4/6/2025).

“Saat ini status Geopark Kaldera Toba memang dalam kartu kuning. Tapi, setelah pertemuan ini saya punya keyakinan pada orang baru dalam badan pengelola global geopark, mudah-mudahan mereka bisa mengerjakan apa yang jadi kewajiban yang disampaikan UNESCO di sisa waktu ini,” ungkap Bane.

Politisi PDI Perjuangan itu menuturkan, pengurus Toba Caldera Global Geopark memastikan akan menyelesaikan pemasangan visibilitas, di 16 site di Kawasan Danau Toba. Visibilitas merupakan salah satu syarat dari UNESCO untuk mempertahankan status Geopark Kaldera Toba, seperti pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi.

Baca juga : Dukung Prabowo, DPR: Pejabat Yang Tak Bisa Kerja Silakan Mundur

“Juga ada penemuan site baru di beberapa wilayah yang akan dicek langsung oleh UNESCO. Ini kabar baik, kita harus saling bantu agar ini bisa terwujud,” ujar Bane.

“Tapi, sesudahnya kita harus memastikan juga semua berjalan baik, jangan hanya saat datang asesor baru kerja, sesudahnya diam lagi,” sambung anggota DPR dari dapil Sumatera Utara III tersebut.

Adsense

Dalam pertemuan itu, hadir GM Toba Caldera UNESCO Global Geopark Azizul Cholis, Kepala Dinas Pariwisata Samosir Tetti Naibaho, Manajer Toba Caldera Unesco Global Geopark Ovi Vensus H. Samosir, dan tokoh penyelematan kawasan Danau Toba Wilmar Simanjorang.

Baca juga : Legislator PKS Ingatkan Pencabutan Kaldera Toba Bisa Ganggu Sektor Pariwisata

Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat, termasuk nomenklatur untuk dukungan anggaran. Posisi Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark jadi mengambang karena dalam pemerintahan sebelumnya berada di bawah Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, tapi saat ini nomenklatur Kementerian tersebut sudah tidak ada lagi.

“Kami sebagai wakil rakyat akan mendorong kepastian nomenklaturnya, karena kalau nomenklaturnya tidak jelas berinduk ke mana, maka tidak ada kepastian anggaran. Tanpa anggaran, enggak mungkin ini bisa berjalan sesuai yang diinginkan,” ucap Bane.

Bane menegaskan, status Geopark Kaldera Toba yang diakui secara global oleh UNESCO harus dipertahankan, karena bisa membawa dampak pada pariwisata, mengembangkan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesadaran akan warisan geologi-edu-wisata.

Baca juga : UNESCO Kasih ’Kartu Kuning’ Status Geopark Kaldera Toba, Senayan: Ini Tamparan Keras

Pada Juli 2025, tim asesor dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) akan menilai ulang Geopark Kaldera Toba yang terletak di Sumatera Utara. Geopark Kaldera Toba diberi waktu dua tahun, terhitung sejak September 2023, untuk melakukan perbaikan, setelah mendapat kartu kuning atau peringatan atas pengelolaannya.

Ada empat rekomendasi perbaikan yang disampaikan UNESCO. Pertama, badan pengelola harus meningkatkan kegiatan edukasi berbasis riset. Kedua, harus segera dilakukan revitalisasi dan optimalisasi badan pengelola. Ketiga, harus dilaksanakan pembelajaran manajemen agar badan pengelola bisa memahami dan melaksanakan prinsip UNESCO GLOBAL Geopark (UGGp). Keempat, harus ada perbaikan visibilitas, yakni dengan pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi. 

“Status global geopark adalah pemuliaan lingkungan, pemuliaan ekosistem, mustahil kita dapat dan pertahankan status global geopark jika ekosistemnya rusak, maka hutan di daerah tangkapan air di wilayah Danau Toba harus dilindungi,” pungkas Bane.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense