BREAKING NEWS
 

Bakal Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Kopdes Mesti Punya Model Dan Rencana Bisnis Matang

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Sabtu, 7 Juni 2025 07:20 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendorong agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dibentuk secara bertahap mulai dari bawah. Tujuannya, agar Kopdes benar-benar bisa bekerja sebagai penggerak ekonomi rakyat di pedesaan.

Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengatakan, koperasi merupakan gerakan ekonomi kerakyatan dan usaha bisnis. Tahapan pembentukannya harus dimulai dari analisis dulu, kemudian masuk dalam fokus pembentukan. Jangan sekadar mengejar angka tapi tidak tahu apa yang akan dikerjakan.

“Koperasi itu kan bukan top down, dia bottom up. Harusnya diteliti dulu, di-mapping dulu bisnisnya, di-fitting dulu karena setiap wilayah berbeda,” kata Darmadi dalam keterangannya, Jumat (6/6/2025).

Darmadi menegaskan, Komisi VI DPR sangat mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto membentuk Kopdes Merah Putih. Namun, hendaknya proses pembentukan dijaga karena gerakan top down-nya jelas terlihat. Ini bisa dilihat dari regulasi yang dibentuk, kepala desa ditunjuk langsung sebagai Pengawas Kopdes.

“Padahal (pengawas) koperasi di undang-undangnya (Perkoperasian) jelas. Pengawas dipilih anggota,” sebutnya.

Baca juga : Pemkot Pangkalpinang Masih Cari Dana PSU

Darmadi juga mempertanyakan sumber pembiayaan Kopdes, lantaran nantinya menggunakan dana APBN. Pasalnya, Koperasi itu pendanaannya jelas, berasal dari sumbangan sukarela, sumbangan wajib, dan sumber pembiayaan lainnya yang sifatnya kekeluargaan dan gotong royong.

Tidak hanya itu, Darmadi menilai ada kesan pembentukan 80 ribu Kopdes ini terburu-buru.

“Yang saya takutkan itu adalah kegagalannya tinggi,” ucapnya.

Adsense

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, pembentukan Kopdes Merah Putih belajar dari performa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang banyak terbentuk di seluruh Indonesia.

Dari total 67.133 Bumdes yang terbentuk, 93 persen tidak bisa membagi hasil dividen. Dari 7 persen Bumdes yang mampu membagi hasil dividen, ternyata hanya 25 Bumdes yang mampu memiiki dividen di atas Rp 1 miliar.

Baca juga : Terjadi Sejak 2012, KPK Lanjutkan Pengusutan

“Dari 25 Bumdes terbaik ini, tahu nggak bisnis yang terbaiknya apa? Keuangan 56 persen, 40 persen perdagangan dan jasa, ketahanan pangan 4 persen,” ujarnya.

Dia mengingatkan, program Kopdes ini bukanlah hal yang mudah untuk dikerjakan. Untuk itu, dia meminta Pemerintah menyiapkan analisis dulu secara menyeluruh agar ada garansi bahwa Kopdes ini bisa berhasil.

“Kenapa harus ada garansi berhasil? Karena, ini ada Rp 400 triliun mau di sana dan ini nggak main-main uang rakyat di situ,” sambungnya.

Darmadi menambahkan, di benak masyarakat, dana yang akan digelontorkan untuk Kopdes Merah Putih ini bukanlah pinjaman yang harus dikembalikan ke negara.

“Koperasi itu kan perlu modal. Di dalam benak orang-orang yang disosialisasikan ini dikasih duit nih. Dalam budaya di masyarakat di bawah, kalau duit sudah masuk kantong, itu jadi milik dia. Nggak usah dikembalikan. Itu budaya dan banyak begitu,” wantinya.

Baca juga : Airlangga Dukung Diaspora Indonesia Unjuk Gigi Di OECD

Makanya, Darmadi meminta agar Kopdes Merah Putih ini bekerja tidak seperti business as usual. Pemerintah harus memastikan bahwa Kopdes yang menerima dana nantinya benar-benar prudent, memiliki model dan rencana bisnis yang bagus.

“Ini yang harus kami jaga sebagai wakil rakyat supaya uang rakyat Rp 400 triliun tidak terbuang percuma,” pungkasnya. KAL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 6, edisi Sabtu, 7 Juni 2025 dengan judul "Bakal Menggerakkan Ekonomi Rakyat, Kopdes Mesti Punya Model Dan Rencana Bisnis Matang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense