Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Tyrese Haliburton jadi penyelamat Indiana Pacers. Tembakannya di 0,3 detik terakhir membawa Pacers menang atas Oklahoma City Thunder, 111-110 pada gim pertama Final NBA di Paycom Center, Jumat pagi WIB.
Tembakan itu bukan cuma penentu kemenangan. Tapi juga jadi satu-satunya keunggulan Pacers sepanjang pertandingan. Hanya satu kali mereka memimpin, dan itu di saat paling menentukan pada detik terakhir sebelum laga usai.
Pacers sempat tertinggal 15 poin. Waktu tersisa kurang dari 10 menit. Tapi mereka bangkit. Pelan-pelan memangkas selisih. Sampai akhirnya membalikkan keadaan. Skor akhir 111-110, dan mereka unggul 1-0 dalam seri best-of-seven.
“Basket itu menyenangkan,” kata Haliburton.
Baca juga : Raline Shah, Santai, Dinyinyirin Masih Menjomblo
“Menang itu lebih menyenangkan,” tambahnya.
Kemenangan ini bukan kebetulan. Sepanjang playoff, Pacers memang spesialis balikkan keadaan. Ini sudah kelima kalinya mereka bangkit dari ketertinggalan 15 poin atau lebih. Bahkan di tiga seri sebelumnya, Haliburton juga selalu jadi penentu di detik-detik akhir.
April lalu, ia cetak poin penentu saat lawan Milwaukee. Lalu bikin keajaiban serupa saat lawan Cleveland dan New York. Kini, giliran Oklahoma City yang kena.
Thunder sejatinya tampil dominan. Mereka unggul jauh di awal kuarter empat. Shai Gilgeous-Alexander tampil gemilang dengan 38 poin. Tapi semua itu tak cukup. Karena Pacers lagi-lagi tak mau menyerah.
Baca juga : Ayo Garuda, Kalahkan China!
Rick Carlisle membaca momentum. Pelatih Pacers itu menarik semua pemain saat timnya tertinggal 15 poin. Hasilnya, justru terjadi kebangkitan. Dari skor 94-109, Pacers mencetak 14 poin dan hanya kebobolan dua.
Pascal Siakam memimpin Pacers dengan 19 poin. Obi Toppin menambahkan 17. Myles Turner 15. Haliburton dan Andrew Nembhard masing-masing menyumbang 14 poin. Sementara di kubu Thunder, Jalen Williams mencetak 17 poin dan Lu Dort 15.
Tapi sorotan tetap pada Haliburton. Bukan soal total poinnya. Tapi soal momen yang ia pilih untuk mencetaknya. Lemparan 21 kaki dari belakang garis dua angka itu datang dari rebound Aaron Nesmith, setelah tembakan SGA meleset.
“Sekali lagi, mereka menunjukkan semangat yang luar biasa,” kata pelatih Thunder, Mark Daigneault. “Mereka terus main. Terus nge-push. Dan kali ini mereka berhasil lagi.”
Baca juga : Jemaah Wukuf di Atas Suhu 45 Derajat Celcius
Pacers mencatatkan 25 turnover, tapi Thunder hanya bisa mengonversinya jadi 11 poin. Di sisi lain, Indiana tampil efisien saat momen genting. Mereka melesat dengan skor 12-2 saat laga tersisa enam menit. Sisanya, tinggal sejarah.
Carlisle bukan orang baru dalam urusan comeback. Ia juga pelatih Mavericks saat mereka balikkan keadaan dari defisit 15 poin lawan Miami di Final 2011. Kini, cerita lama itu terulang lagi. Kali ini bersama Indiana.
Laga kedua akan digelar Senin (9/6/2025) pagi WIB, di Oklahoma City. Tapi kini Pacers datang bukan sebagai underdog. Mereka datang dengan mengantongi satu kemenangan penting. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya