Dark/Light Mode

Program JakCare Harus Beri Hasil Nyata

Tiga Dari 10 Pelajar Di Jakarta Depresi

Sabtu, 7 Juni 2025 06:50 WIB
Ketua Komisi E DPRD DKI Muhammad Thamrin. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Ketua Komisi E DPRD DKI Muhammad Thamrin. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Layanan kesehatan mental digital JakCare yang belum lama diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, diharapkan terus berkembang dan memberikan hasil nyata. Sebab, angka remaja mengalami gangguan kesehatan mental di Ibu Kota, cukup tinggi.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka prevalensi depresi pada penduduk usia di bawah 15 tahun di Jakarta, sebesar 5,91 persen.

Kemudian, berdasarkan Riset Health Collaborative Center (HCC) 2024, tiga dari 10 remaja atau pelajar SMA di Jakarta, ter­indikasi masalah kesehatan jiwa. Itu artinya, masalah kesehatan jiwa di Jakarta, merupakan per­soalan serius.

Baca juga : Raline Shah, Santai, Dinyinyirin Masih Menjomblo

Karena itu, Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI akan terus mengawal program-program layanan kesehatan. Salah satu­nya, layanan kesehatan mental digital JakCare, yang belum lama ini diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Ketua Komisi E DPRD DKI Muhammad Thamrin men­dorong agar layanan tersebut terus dikembangkan. Sehingga, masyarakat bisa mengakses kon­sultasi psikologis secara gratis, aman dan tersedia selama 24 jam melalui sambungan telepon.

Thamrin menegaskan, pi­haknya siap mengawal dan mendorong agar program terse­but tidak sekadar di atas kertas. “Tapi, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Terutama, mereka yang paling rentan dan membutuh­kan dukungan psikologis,” kata Thamrin, Senin (2/6/2025).

Baca juga : Ayo Garuda, Kalahkan China!

Peluncuran program ini, ha­rap Thamrin, menjadi langkah konkret di tengah meningkatnya tekanan hidup dan gangguan kesehatan mental yang diala­mi warga Jakarta. Konsultasi psikologis bisa diakses lebih mudah, cukup lewat telepon atau aplikasi.

“Ini membuat layanan ke­sehatan jiwa menjadi lebih terbuka dan menjangkau semua kalangan. Termasuk mereka yang enggan datang langsung karena malu,” ucap politisi Par­tai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Thamrin menegaskan, Jak­Care bukan pengganti layanan konsultasi tatap muka di Puskesmas atau rumah sakit. Me­lainkan, pelengkap yang ter­hubung dengan sistem layanan yang sudah ada, agar penangan­an lebih menyeluruh dan efektif.

Baca juga : Jemaah Wukuf di Atas Suhu 45 Derajat Celcius

Menurut Thamrin, terdapat hal penting dalam pengembangan JakCare. Pertama, integrasi layanan digital dan tatap muka harus diperkuat, agar tidak ber­jalan sendiri-sendiri. Kedua, jumlah psikolog yang terlibat perlu ditambah dan diberikan pelatihan berkala untuk menjaga kualitas layanan.

Ketiga, perlu dilakukan evaluasi rutin. “Apakah layanan ini benar-benar membantu warga? Apakah menjangkau kelompok yang paling membutuhkan? Itu semua harus dikaji secara berkala,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.