Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program JakCare Harus Beri Hasil Nyata
Tiga Dari 10 Pelajar Di Jakarta Depresi
Sabtu, 7 Juni 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Layanan kesehatan mental digital JakCare yang belum lama diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, diharapkan terus berkembang dan memberikan hasil nyata. Sebab, angka remaja mengalami gangguan kesehatan mental di Ibu Kota, cukup tinggi.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka prevalensi depresi pada penduduk usia di bawah 15 tahun di Jakarta, sebesar 5,91 persen.
Kemudian, berdasarkan Riset Health Collaborative Center (HCC) 2024, tiga dari 10 remaja atau pelajar SMA di Jakarta, terindikasi masalah kesehatan jiwa. Itu artinya, masalah kesehatan jiwa di Jakarta, merupakan persoalan serius.
Baca juga : Raline Shah, Santai, Dinyinyirin Masih Menjomblo
Karena itu, Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI akan terus mengawal program-program layanan kesehatan. Salah satunya, layanan kesehatan mental digital JakCare, yang belum lama ini diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
Ketua Komisi E DPRD DKI Muhammad Thamrin mendorong agar layanan tersebut terus dikembangkan. Sehingga, masyarakat bisa mengakses konsultasi psikologis secara gratis, aman dan tersedia selama 24 jam melalui sambungan telepon.
Thamrin menegaskan, pihaknya siap mengawal dan mendorong agar program tersebut tidak sekadar di atas kertas. “Tapi, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Terutama, mereka yang paling rentan dan membutuhkan dukungan psikologis,” kata Thamrin, Senin (2/6/2025).
Baca juga : Ayo Garuda, Kalahkan China!
Peluncuran program ini, harap Thamrin, menjadi langkah konkret di tengah meningkatnya tekanan hidup dan gangguan kesehatan mental yang dialami warga Jakarta. Konsultasi psikologis bisa diakses lebih mudah, cukup lewat telepon atau aplikasi.
“Ini membuat layanan kesehatan jiwa menjadi lebih terbuka dan menjangkau semua kalangan. Termasuk mereka yang enggan datang langsung karena malu,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Thamrin menegaskan, JakCare bukan pengganti layanan konsultasi tatap muka di Puskesmas atau rumah sakit. Melainkan, pelengkap yang terhubung dengan sistem layanan yang sudah ada, agar penanganan lebih menyeluruh dan efektif.
Baca juga : Jemaah Wukuf di Atas Suhu 45 Derajat Celcius
Menurut Thamrin, terdapat hal penting dalam pengembangan JakCare. Pertama, integrasi layanan digital dan tatap muka harus diperkuat, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Kedua, jumlah psikolog yang terlibat perlu ditambah dan diberikan pelatihan berkala untuk menjaga kualitas layanan.
Ketiga, perlu dilakukan evaluasi rutin. “Apakah layanan ini benar-benar membantu warga? Apakah menjangkau kelompok yang paling membutuhkan? Itu semua harus dikaji secara berkala,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya