BREAKING NEWS
 

Macet Horor Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, SOP Perawatan Kapal Harus Ditegakkan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 18 Juli 2025 17:50 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemacetan horor melanda Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) sejak Rabu (16/7) hingga Jumat (18/7/2025) pagi.

Antrean mengular sepanjang 23 kilometer, membentang dari pintu masuk pelabuhan hingga Desa Alasrejo, Banyuwangi.

Penyebabnya, karena adanya penundaan operasional sejumlah kapal Landing Craft Tank (LCT) yang biasa beroperasi di lintas Ketapang-Gilimanuk.

Operasional ditunda sementara, karena ada uji kelaikan dan keamanan oleh pemerintah.

 Anggota Komisi VI DPR Gede Sumarjaya Linggih alias Demer mengeluhkan terjadinya macet horor yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Gilimanuk, Bali.

Baca juga : Kapolri Beri Pembekalan Ke 2.000 Capaja: Sinergitas Modal Hadapi Tantangan

Dia menyatakan, kemacetan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi juga membuat logistik dan juga bahan bangunan menjadi langka di Pulau Bali.

"Kemacetan tidak hanya karena minimnya kapal LCT yang beroperasi, tapi juga karena adanya jalan ambles di Tabanan, Bali," sebut Demer dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).

Demer pun mendukung langkah pemerintah untuk melakukan uji kelaikan dan keamanan terhadap sejumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Langkah itu demi keselamatan bersama.

Adsense

Apalagi beberapa waktu lalu ungkap dia, terjadi kapal tenggelam di Selat Bali yang mengakibatkan puluhan orang tenggelam.

"Standar Operasional Prosedur (SOP) harus ditegakkan. Karena SOP dalam perawatan kapal seringkali diabaikan sehingga sangat membahayakan keselamatan penumpang," kata politikus Partai Golkar ini.

Baca juga : Mentan Ngamuk, Beras Oplosan Bakal Disikat

Padahal, kata politikus asal Bali ini, perawatan kapal wajib dilakukan secara berkala untuk mengetahui layak atau tidaknya.

Perawatan ini, lanjut dia, tidak harus memperbarui semua komponen yang ada, tapi mana yang masih layak tetap bisa digunakan.

Dia menegaskan, SOP di dunia penerbangan dan kelautan wajib ditegakkan secara rigid atau keras karena ini menyangkut nyawa manusia. 

Demer mengingatkan tidak ada kelonggaran aturan dalam dua jenis transportasi itu.

"Kalau di tengah laut atau di udara ada masalah dengan kelaikan kapal atau pesawat maka taruhannya adalah nyawa," kata dia.

Baca juga : Octa Berikan Pelatihan dan Rangkaian Amal, Serentak di Tiga Negara

Selain itu, dia meminta Presiden Prabowo agar fokus memperbaiki seluruh infrastruktur di wilayah Timur, khususnya Pulau Bali, setelah pemerintahan sebelumnya lebih condong ke wilayah Sumatera.

Salah satu infrastruktur yang perlu diperbaiki, sebut dia, adalah.Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, serta peremajaan seluruh kapal penyeberangan di Selat Bali. Dengan kondisi pelabuhan dan kapal yang baik maka insiden kapal tenggelam bisa ditekan.

"Kalau semua kapal penyeberangan baru dan layak jalan maka tidak akan ada lagi kapal tenggelam," pungkas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense