Sebelumnya
Dia menilai, pungli secara sistemik memperpanjang mata rantai biaya logistik nasional yang selama ini sudah menjadi perhatian karena biaya logistik Indonesia relatif tinggi. Biaya ilegal di lapangan membuat perencanaan tarif angkut tidak transparan, memicu praktik mark-up, dan berkontribusi pada kenaikan harga bahan pokok di wilayah yang bergantung pada distribusi darat dan multimoda.
Bila semua pihak ingin serius menurunkan biaya logistik nasional dan mendukung rantai pasok pangan, pungli harus nol toleransi. "Setiap rupiah pungli adalah beban tambahan kepada petani, produsen, dan konsumen,” tegas dia.
Baca juga : NasDem Dorong Prabowo Segera Keluarkan Keppres
Untuk itu, Syafiuddin mengusulkan agar dilakukan audit nasional titik pungli logistik, digitalisasi retribusi dan timbangan, membuat kanal pengaduan yang terhubung dengan berbagai instansi, dan dilakukan operasi gabungan berkala.
Jika ditemukan pungli, dia menyarankam agar masyarakat bisa melapor karena pihaknya siap menampung keluhan dan laporan dari masyarakat. "Jangan takut lapor. Komisi V DPR akan melakukan pengawasan terhadap pemberantasan praktik pungli di sektor logistik," tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim XI ini.
Baca juga : Gibran Cek Penyaluran BSU Dan Kondisi Sekolah Rakyat
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, maraknya praktik pungli menjadi salah satu penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia. "Untuk pungli setiap truk harus mengeluarkan Rp 100 juta-150 juta setahun," kata AHY seusai Rapat Koordinasi Penanganan ODOL di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (17/7/2025). TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 19 Juli 2025 dengan judul "Penegakan Hukum Masih Lemah Pungutan Liar Bikin Biaya Logistik Mahal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.