BREAKING NEWS
 

DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Biang Radioaktif

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 1 Oktober 2025 12:52 WIB
Anggota Komisi IV DPR Sonny T Danaparamita. (Foto: Ist).

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Sonny T Danaparamita meminta pemerintah untuk bertindak cepat menyelidiki secara menyeluruh dengan transparan adanya kontaminasi radioaktif Cs-137. Pernyataan ini disampaikan Sonny menanggapi laporan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, yang menemukan adanya kontaminasi radioaktif Cs-137 pada produk cengkeh dan udang asal Indonesia.

Sonny mengaku sedih mendengar kabar adanya paparan radioaktif. Menurut dia, Pemerintah harus merespons cepat dan mengungkap penyebab adanya paparan radioaktif. "Kalau tidak, hal ini dapat memperburuk situasi di dalam negeri sendiri," kata Sonny di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Selain itu, Sonny juga meminta pemerintah untuk memberi sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti telah mencemari lingkungan dengan limbah berbahaya. "Jika peristiwa sebelumnya, yakni tentang deteksi kontaminasi pada udang beku sudah diketahui penyebab dan eksportirnya, maka sanksi yang diberikan juga harus disampaikan secara terbuka. Hal ini penting agar menjadi warning bagi seluruh eksportir yang ada," tegas Sonny.

"Saya minta kementerian dan lembaga terkait dengan masalah ini harus segera melakukan investigasi yang mendalam dan menjatuhkan sanksi kepada para pelakunya," tambah Sonny.

Baca juga : Tutup Munas VI, PKS Dukung Pemerintah Berantas Serakahnomics

Sonny menyampaikan, pencemaran yang ditimbulkan oleh perusahaan nakal yang menjadi penyebab terkontaminasinya telah merugikan nelayan, industri perikanan, pekebun hingga keuangan negara. 

Dalam jangka panjang, ia khawatir, dengan tidak diterimanya barang ekspor asal indonesia ini, nantinya akan membuat anjloknya harga jual, terganggunya rantai pasok, hingga potensi hilangnya mata pencaharian, terutama bagi pekebun, nelayan, petambak kecil dan pekerja di industri perkebunan dan perikanan. 

Untuk mengantisipasi itu, Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso) ini pun kembali menegaskan, negara sudah seharusnya bersikap tegas dan memberi perlindungan kepada nasib para pekebun, nelayan dan lainnya yang telah berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian indonesia.

Adsense

"Jangan sampai perisitiwa yang disebabkan oleh adanya kesalahan dari pengusaha tapi yang menanggung akibatnya justru para nelayan dan petambak udang serta para petani Cengkeh di Indonesia," kata Sonny.

Baca juga : Eks Menteri Divonis Mati, Keluarganya Dimiskinkan

Kata dia, meski FDA mencatat kadar radiasi pada udang dan cengkeh tersebut masih dalam batas aman untuk dikonsumsi, tapi persoalan ini tetap harus disikapi dengan serius. 

Untuk itu, Sonny menyarankan pemerintah untuk melibatkan kementerian dan lembaga terkait, seperti lembaga pengawasan dari pemerintah seperti Badan Karantina, BPPOM dan Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk segera turun tangan melakukan investigasi. Hal ini diperlukan guna melindungi produk-produk ekspor asal Indonesia di mata global.

“Pengawasan pemerintah dengan melibatkan beberapa lembaga yang terkait harus segera dibentuk agar kejadian yang memalukan bangsa sekaligus membahayakan nyawa manusia ini dapat segera ditangani," ungkapnya. 

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cesium (Cs-137) Zulkifli Hasan memastikan kasus kontaminasi radioaktif Cs-137 pada udang beku hanya terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Rantai pasok udang nasional maupun ekspor tetap aman. Pasar global tak perlu ragu dengan mutu perikanan Indonesia.

Baca juga : Prabowo: Pemerintah Komit Bangun Ekonomi Rakyat, Perumahan & Pendidikan

Zulhas-sapaan akrab Zulkifli Hasan mengatakan, dari hasil investigasi paparan Cs-137 tidak menyebar ke rantai pasok nasional maupun ekspor, sehingga industri udang Indonesia aman.

“Pemerintah melalui Satgas telah bergerak cepat menangani kasus ini dengan mengutamakan keamanan pangan, industri udang, kesehatan masyarakat.

Termasuk menjaga kepercayaan dunia terhadap mutu hasil perikanan Indonesia,” tegas Zulhas, usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantornya, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense