Sebelumnya
“Usulan tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang penertiban kawasan hutan dan perkebunan,” ujar Nasim.
Pemerintah, kata Nasim, ingin memastikan pengelolaan lahan tetap sesuai regulasi, tapi tidak menutup ruang bagi masyarakat untuk berproduksi.
“Kami ingin penyelesaiannya berkeadilan, tidak hanya menertibkan, tapi juga memberi ruang hidup bagi masyarakat,” kata politikus PKB ini.
Baca juga : Industri Game RI Makin Mendunia
Namun demikian, Nasim mengingatkan agar rencana legalisasi hortikultura tidak mengabaikan faktor ekologi. Aktivitas pertanian harus tetap menjaga keseimbangan lingkungan agar kawasan Ijen tidak mengalami kerusakan seperti banjir atau longsor.
“Kita ingin produktivitas jalan, tapi alam juga tetap lestari,” harap legislator asal Jawa Timur (Jatim) ini.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan hilirisasi sektor perkebunan dan hortikultura dapat menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru dalam waktu dua tahun saja.
Baca juga : Dimulai Sejak Berangkat, Masa Kerja Dan Kepulangan
Pasalnya ada enam komoditas unggulan yang bakal dihilirkan, yakni tebu, kakao, kopi, kelapa dalam, mente, hingga pala/lada.
Agar program bisa dieksekusi, Pemerintah mengalokasikan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp 9,95 triliun pada tahun 2026. Adapun lahan tanam yang ditargetkan mencapai 870.890 hektare (ha).
“Kami dapat Rp 9,95 triliun, Rp 5 triliun kita akan berikan benih bibit pada seluruh petani Indonesia,” ujar Amran di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Baca juga : Partai Pendukung Minta Keduanya Beri Klarifikasi
Lewat strategi hilirisasi, Amran yakin sektor perkebunan dan hortikultura tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tapi juga memperkuat daya saing produk ekspor lokal di pasar global. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 12 Oktober 2025 dengan judul "Kementan Kembangkan Perkebunan Dan Hortikultura Petani Kecil Jangan Diabaikan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.