Dark/Light Mode

Gelar IGDX 2025 Di Bali

Industri Game RI Makin Mendunia

Minggu, 12 Oktober 2025 07:00 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid (kedua dari kiri) menekan tuas sebagai simbol peluncuran Indonesia Game Rating System (IGRS) didampingi Presiden Asosiasi Game Indonesia Shafiq Husein (kiri), Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah (kedua dari kanan), serta Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar (kanan) dalam acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Conference 2025 di The Stones Hotel, Bali, Sabtu (11/10/2025). (Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi).
Menkomdigi Meutya Hafid (kedua dari kiri) menekan tuas sebagai simbol peluncuran Indonesia Game Rating System (IGRS) didampingi Presiden Asosiasi Game Indonesia Shafiq Husein (kiri), Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah (kedua dari kanan), serta Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar (kanan) dalam acara Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Conference 2025 di The Stones Hotel, Bali, Sabtu (11/10/2025). (Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kian diperhitungkan di kancah industri game global. Melalui ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 di Bali, potensi kemitraan bisnis antara pengembang lokal dan mitra internasional tercatat mencapai 75 juta dolar AS (sekitar Rp 1,16 triliun). Capaian ini menegaskan posisi Indonesia bukan lagi sekadar pasar, tapi sudah naik kelas menjadi kekuatan baru dalam industri game dunia.

IGDX merupakan acara tahunan yang digelar sejak 2019. Ajang ini mempertemukan ratusan pengembang game lokal dengan penerbit internasional, investor teknologi, hingga media global. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bangga dengan capaian tersebut. Menurutnya, industri digital Indonesia kini tak lagi melulu soal e-commerce atau dompet digital. Geliat industri game lokal menjadi fenomena baru dalam ekonomi digital nasional.

“Indonesia dan Asia Tenggara sudah menjadi pusat inovasi kreatif digital dunia,” ujar Meutya dalam IGDX Conference 2025 di Bali, Sabtu (11/10/2025).

Baca juga : Dimulai Sejak Berangkat, Masa Kerja Dan Kepulangan

Program Indonesia Game Developer eXchange dibagi dalam beberapa agenda. Ada IGDX Bootcamp untuk mentoring, IGDX Academy untuk belajar teknis, dan IGDX Business yang membuka ruang negosiasi proyek. Ada juga IGDX Career yang mempertemukan talenta muda dengan studio besar.

“Kolaborasi ini membuat banyak talenta lokal percaya diri melangkah ke pasar global,” ujar mantan jurnalis televisi ini, optimistis.

Sekadar informasi, sejak 2021 sampai 2024, total 3.500 pertemuan bisnis terjadi lewat forum ini. Banyak studio kecil mendapat publisher luar negeri. Karya mereka akhirnya bisa masuk ke Steam dan konsol besar dunia.

Baca juga : Partai Pendukung Minta Keduanya Beri Klarifikasi

Kontribusi ekonomi industri game mulai dilirik pemerintah. Nilainya kini sekitar Rp 71 triliun per tahun. Ekosistemnya melibatkan lebih dari 2.000 pengembang dan penerbit lokal dari berbagai daerah.

Data resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat, jumlah pemain game di Indonesia lebih dari 154 juta orang. Angka itu setara 40 persen dari total pemain game di Asia Tenggara. Indonesia berada di peringkat empat dunia.

Ekosistem tumbuh, pasar besar, tapi masih ada satu masalah penting. Soal perlindungan anak dari konten digital yang tidak cocok untuk usia mereka. Banyak orang tua resah karena tidak paham mana game yang aman.

Baca juga : Terbitkan SK Parpol Supercepat, Menteri Hukum Dipuji

Untuk menjawab itu, Pemerintah meluncurkan Indonesia Game Rating System. Sistem ini diberi nama Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem rating tersebut dirancang sebagai panduan memilih game berdasarkan umur pemain. Rating ini untuk melindungi industri game dan juga melindungi para gamers, terutama anak-anak.

“Orang tua jadi tahu game mana yang aman untuk anak mereka,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.