RM.id Rakyat Merdeka - Senayan berharap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) bukan sekadar rutinitas statistik, melainkan kompas utama yang menentukan arah pembangunan bangsa. Pemerintah Pusat dan Daerah diminta memprioritaskan anggaran untuk program tersebut.
Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan, sensus merupakan mandat UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang wajib dilakukan setiap sepuluh tahun. Jangan sampai anggaran program tersebut dipangkas agar data hasil sensus menjadi dasar kuat bagi kebijakan Pemerintah.
Baca juga : Ongkos Naik Haji 2026 Diusulkan Turun 1 Juta
“Pelaksanaan pembangunan itu adalah dengan sensus, supaya kita punya data yang kuat, akurat, dan aktual. Maka 2026 ini harus dilaksanakan,” kata Abdul Fikri dalam keterangannya, kemarin.
Karenanya, dia memastikan akan bersuara lantang jika ada rencana efisiensi sampai mengorbankan program sensus tersebut. Pasalnya, jika ingin pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, maka data dasarnya harus kuat dan akurat dan tidak hanya berdasar asumsi.
Baca juga : Dorong Peran Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas
“Selain soal anggaran, masalah literasi statistik masyarakat juga krusial, agar data yang terkumpul akurat dan dapat digunakan untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran,” tegas politisi PKS itu.
Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno menambahkan, SE2026 sangat penting untuk memotret denyut nadi perekonomian. Diharapkan, SE2026 bisa mendapatkan data yang akurat, inklusif, representatif, dan memberikan penguatan agar bisa menjadi basis kebijakan nasional yang sangat penting.
Baca juga : Gubernur Papua Terima Aspirasi Majelis Rakyat
Puti mengingatkan soal pentingnya jaminan kerahasiaan data yang dikumpulkan dari masyarakat. Hal tersebut mengacu pada UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, khususnya Pasal 21. Jangan ada kasus data yang seharusnya rahasia justru malah bocor.
“Masyarakat harus merasa kerahasiaan mereka betul-betul terjamin, data tidak bocor. Karena hari ini kan kalau kita bicara data, ya kita lihat di mana-mana banyak sekali kebocoran data,” tambahnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.