BREAKING NEWS
 

Lamhot Sinaga: Sumpah Pemuda Energi Persatuan dan Pembangunan Nasional

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 28 Oktober 2025 12:17 WIB
Foto: DPR RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan pentingnya memaknai Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum menyalakan kembali semangat persatuan dan kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan nasional.

Menurut Lamhot yang juga Ketua DPP Golkar ini, dalam konteks Indonesia hari ini, Sumpah Pemuda memiliki makna yang semakin relevan dengan kondisi bangsa dan negara.

“Semangat persatuan yang diwariskan oleh para pemuda tahun 1928 harus menjadi energi utama dalam membangun bangsa di tengah tantangan global dan transformasi ekonomi yang sedang dijalankan,” ujarnya, di Jakarta, Senin (28/10/2025).

Lamhot yang juga dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa dan pernah menjadi pengurus KNPI itu menilai, peran pemuda kini tidak bisa dipisahkan dari arah pembangunan bangsa.

Apalagi dalam era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, generasi muda diberi ruang yang luas untuk mengambil peran strategis di berbagai sektor, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun inovasi teknologi.

“Presiden Prabowo memberi contoh nyata bahwa anak muda bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga penggerak utama saat ini. Banyak posisi penting di pemerintahan diisi oleh generasi muda yang visioner dan berintegritas. Itu membuktikan bahwa negara percaya kepada kemampuan mereka,” kata legislator yang dikenal sebagai sosok teknokrat ini.

Baca juga : Pertamina Hadirkan Inovasi Energi Bersih Di Tengah Kemarau Boyolali

Lamhot juga menekankan, pemuda adalah katalis pembangunan. Dengan semangat, energi, dan kreativitas yang dimiliki, pemuda menjadi motor yang menggerakkan perubahan dan inovasi di berbagai bidang.

Ia menyebut, sejarah telah membuktikan bahwa setiap kemajuan besar bangsa selalu diawali oleh semangat anak muda yang berani bermimpi dan bertindak.

Dalam konteks pembangunan nasional, lanjut Lamhot, makna Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam kerja nyata: memperkuat kemandirian ekonomi, mendorong kemajuan sains dan teknologi, serta meneguhkan rasa nasionalisme di tengah arus globalisasi.

“Persatuan bukan hanya soal simbol atau slogan, tetapi tentang kolaborasi konkret antara generasi muda di seluruh daerah untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri,” ujarnya.

Adsense

Ia juga menyoroti peran Partai Golkar dalam menjaga semangat kepemudaan di ranah politik nasional. Menurutnya, semangat muda adalah bagian dari napas perjuangan Partai Golkar sejak awal berdirinya.

Golkar, kata Lamhot, bukan hanya partai politik, tetapi juga wadah pembinaan kader muda yang

Baca juga : Sensus Ekonomi Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

disiapkan untuk memimpin bangsa. “Golkar sejak lama meneguhkan diri sebagai partai kader. Artinya, regenerasi adalah keniscayaan. Banyak anak muda lahir dan tumbuh di dalam kultur organisasi Golkar, belajar tentang kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab politik,” tutur anggota DPR dari Dapil Sumatera Utara II itu.

Lamhot juga menekankan pentingnya menjaga idealisme dan semangat kebangsaan di kalangan muda, terutama di tengah tantangan era digital yang sarat distraksi.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan berpendapat harus selalu dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kecintaan terhadap tanah air.

“Di era media sosial ini, anak muda memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi opini publik. Namun kekuatan itu harus digunakan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, bukan memecah belah,” tegas Lamhot yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Untirta ini.

Lebih jauh, Lamhot mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum introspeksi dan kebangkitan.

Ia menyebut, semangat yang dirumuskan oleh para pemuda 1928, dimana satu nusa, satu bangsa, satu bahasa adalah fondasi moral yang harus terus dijaga dalam setiap langkah pembangunan.

Baca juga : PLN Nyalakan 8.000 Titik Kehidupan Baru: Energi Berdaulat dari Sabang hingga Bali

“Kalimat Sumpah Pemuda itu sederhana, tetapi mengandung kekuatan besar. Ia menjadi perekat bangsa yang begitu majemuk. Kalau dulu semangat itu melahirkan kemerdekaan, sekarang semangat itu harus kita hidupkan untuk mewujudkan kesejahteraan,” ujarnya.

Lamhot meyakini, masa depan Indonesia akan cerah apabila generasi muda mampu memadukan semangat nasionalisme dengan kemampuan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam hal ini, pemerintah dan partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ruang partisipasi dan pemberdayaan yang inklusif bagi anak muda.

“Bangsa ini akan maju jika para pemudanya bersatu, produktif, dan berkontribusi nyata. Itulah makna sesungguhnya dari Sumpah Pemuda, bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi melanjutkan perjuangan dengan karya dan pengabdian,” pungkas Lamhot.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense