BREAKING NEWS
 

Singgih Januratmoko Dukung Penuh Usulan Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 8 November 2025 13:26 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko, menyatakan dukungan penuh dan apresiasi tinggi atas menguatnya kembali usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Republik Indonesia ke-2, Jenderal Besar H.M. Soeharto.

Dukungan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan berbagai capaian dan kontribusi mendasar Soeharto bagi bangsa Indonesia, yang menurutnya perlu dikaji secara objektif, proporsional, dan berimbang.

“Sejarah perjalanan bangsa mencatat dengan tinta emas peran sentral almarhum Soeharto. Dari sisi historis, beliau memimpin proses peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru yang berhasil mengembalikan stabilitas nasional serta memperkuat pondasi ekonomi bangsa yang sempat porak-poranda. Kita tidak boleh melupakan jasanya dalam menancapkan tonggak pembangunan nasional melalui berbagai program terstruktur,” ujar Singgih dalam keterangannya kepada media, Jumat (7/11/2025).

Singgih menekankan pentingnya menilai jasa dan kontribusi Soeharto secara komprehensif. Selama lebih dari tiga dekade kepemimpinannya, Soeharto meletakkan dasar stabilisasi politik, swasembada pangan, dan pembangunan ekonomi nasional melalui program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun).

Pada tahun 1984, Indonesia diakui oleh Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai negara yang berhasil mencapai swasembada beras, sebuah pencapaian monumental di bidang ketahanan pangan yang berdampak besar bagi kesejahteraan jutaan rakyat.

Baca juga : Soeharto Dan Gus Dur Pantas Dapat Gelar Pahlawan Nasional

“Revolusi Hijau dan program Keluarga Berencana (KB) adalah dua dari sekian banyak kebijakan strategis yang tidak hanya memajukan sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Ini adalah data dan fakta yang tidak terbantahkan,” tambahnya.

Dari sisi keagamaan, Singgih yang pernah aktif di Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), salah satu ormas Golkar, menegaskan peran Soeharto dalam menciptakan ruang kehidupan beragama yang harmonis.

Pemerintahan Orde Baru dikenal dengan kebijakan yang mendukung pembangunan rumah ibadah dan fasilitas keagamaan, pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta memfasilitasi hubungan konstruktif antarumat beragama.

Adsense

“Stabilitas yang diciptakan pada era itu memungkinkan umat Islam dan pemeluk agama lain menjalankan ibadah dengan tenang. Banyak kebijakan yang mendukung pengembangan dakwah dan pendidikan agama, yang turut membentuk karakter bangsa,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Partai Golkar, partai yang lahir dan besar di era kepemimpinan Soeharto, Singgih menyatakan bahwa dukungan berbagai ormas seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta partai politik termasuk Golkar, mencerminkan penilaian kolektif atas jasa besar Soeharto.

Baca juga : Bamsoet Yakin, Pemerintah Tak Ragu Anugerahkan Gelar Pahlawan ke Soeharto

“Dukungan luas ini menunjukkan bahwa banyak elemen bangsa melihat kontribusi positif almarhum Soeharto," ucapnya. 

Dia menyatakan, etiap periode kepemimpinan tentu memiliki dinamika dan catatannya masing-masing.

"Namun, dalam menilai gelar Pahlawan Nasional, kita harus berani melihat jasa dan sumbangsih terbesarnya bagi tanah air, yang telah meletakkan dasar penting bagi Indonesia modern,” ungkapnya.

Singgih menyadari bahwa setiap tokoh besar memiliki dua sisi mata uang yang menimbulkan pro dan kontra. Namun demikian, ia menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto harus dipandang sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar tanpa meniadakan ruang kritik terhadap kekurangannya.

Sejarah harus dilihat secara utuh, jujur, dan berimbang. Gelar Pahlawan Nasional adalah apresiasi tertinggi negara atas kontribusi luar biasa yang melebihi panggilan tugas.

Baca juga : Ketum DEPINAS SOKSI Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto

"Dalam tradisi Islam, kita diajarkan untuk menjaga yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik (al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah). Jasa Pak Harto dalam perjuangan kemerdekaan, stabilisasi, dan pembangunan fondasi ekonomi nasional merupakan warisan yang tidak bisa diabaikan,” tegas Singgih.

Menurutnya, Partai Golkar meyakini bahwa penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah tepat untuk rekonsiliasi sejarah dan penguatan nilai kebangsaan, serta sebagai apresiasi proporsional atas pengabdiannya demi kemajuan dan keutuhan NKRI.

Singgih berharap, proses pengkajian oleh pemerintah dan DPR dapat berjalan seksama, mengedepankan kelengkapan data historis, serta mendengarkan berbagai perspektif agar menghasilkan keputusan yang arif dan bijaksana bagi keutuhan bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense