Sebelumnya
“Kita mendorong Bank Indonesia bersama TPID mulai memikirkan skema pengendalian inflasi di sektor hulu agar kenaikan harga pangan tidak terus berulang,” tegas legislator Dapil DKI Jakarta III itu.
Dia juga menyoroti perlunya kesiapan menghadapi kebutuhan komoditas untuk program prioritas Pemerintah tahun 2026. Koordinasi TPID harus lebih intensif, bukan lagi sekali seminggu, bahkan, jika memungkinkan seminggu tiga kali.
“Tahun 2026 akan ada captive market besar untuk program prioritas nasional MBG, dan antisipasinya harus dimulai dari sekarang,” ingatnya.
Baca juga : Mensos: Jangan Ada Suap Dan Titip Rekrutmen Siswa
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mewaspadai inflasi kelompok volatile food atau inflasi pangan yang sudah mulai meningkat beberapa waktu terakhir. Dia membeberkan, harga-harga pangan yang bergejolak pada beberapa waktu terakhir mulai meningkat.
“Bahkan, pada Oktober 2025 meningkat menjadi 6,59 persen, terutama didorong peningkatan harga beberapa komoditas bahan pokok seperti cabai merah, dan telur ayam ras,” terangnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, penurunan harga beras nasional pada Oktober 2025 berperan signifikan sebagai peredam laju inflasi nasional. Hal tersebut menunjukkan kinerja positif dari seluruh pihak, terutama di sektor pangan, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Baca juga : Kemenko PMK Inisiasi Kolaborasi Pentahelix
Dia menambahkan, tekanan inflasi global masih terjadi akibat kenaikan harga emas internasional yang mencapai lebih dari 40 persen karena faktor geopolitik dunia. Namun, di dalam negeri, koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah berhasil menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk beras yang justru mengalami deflasi di sebagian besar provinsi.
“Pangan kita genjot terus biar harga bagus dan ketersediaan bagus. Kami mohon dukungan dari Menteri Pertanian yang mengatur dan memperkuat sektor ini," katanya. PYB
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 17 November 2025 dengan judul "Akar Persoalan Inflasi Data Pangan Nggak Sinkron"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.