RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Abdullah menyoroti fenomena semakin banyak warga yang memilih menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) ketimbang melapor ke kepolisian saat menghadapi berbagai persoalan. Abdullah menyebut, kondisi ini sebagai alarm yang harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh bagi Polri. Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI itu menyarankan Polri untuk segera berbenah.
Ia menjelaskan, menurunnya kepercayaan publik tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utamanya adalah adanya laporan masyarakat yang dinilai tidak ditangani secara cepat dan tuntas oleh aparat kepolisian.
Baca juga : Gelar Apel Kasatwil, Kapolri: Semangat Polri Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
“Ketika masyarakat merasa laporannya diabaikan atau prosesnya berbelit, mereka akan mencari institusi lain yang dianggap lebih responsif. Fakta bahwa Damkar menjadi pilihan pertama untuk berbagai masalah yang sebenarnya berada dalam ranah kepolisian menunjukkan ada yang tidak beres dan perlu dibenahi,” ucap Abdullah, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, meningkatnya kepercayaan publik terhadap Damkar bukan hanya karena profesionalitas lembaga tersebut, tetapi juga karena ketidaknyamanan masyarakat berurusan dengan polisi akibat pengalaman buruk sebelumnya.
Baca juga : Menteri Purbaya Pamer Jaket Varsity Produk Pengusaha Jebolan Ponpes Wali Barokah
“Masyarakat akhirnya enggan lapor polisi. Mereka lebih memilih lapor Damkar karena merasa lebih cepat ditangani. Ini harus menjadi introspeksi bagi Polri,” ujarnya.
Abdullah menyarankan Polri memperbaiki sistem pelayanan publik, meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan, dan memperkuat integritas aparat di lapangan. Menurut dia, pemulihan kepercayaan masyarakat hanya bisa dicapai melalui tindakan nyata dan perbaikan berkelanjutan.
Baca juga : 26 Warga Tertimbun Longsor di Banjarnegara, DPR Minta Pencarian Dipercepat
“Saya mendorong Polri melakukan pembenahan struktural maupun kultural. Kepercayaan publik adalah modal utama institusi penegak hukum. Ini bukan sekadar kritik, tetapi ajakan untuk memperbaiki diri demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutup Abdullah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.