Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
26 Warga Tertimbun Longsor di Banjarnegara, DPR Minta Pencarian Dipercepat
Rabu, 19 November 2025 12:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR Mahdalena meminta Pemerintah mengoptimalkan pencarian terhadap 26 warga yang diduga tertimbun longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia menegaskan, proses pencarian harus tetap mengutamakan keselamatan tim SAR.
“Kami berharap seluruh warga yang hilang dapat ditemukan pada proses pencarian hari ketiga ini. Namun keselamatan tim SAR harus tetap menjadi prioritas,” ujar Mahdalena, di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Baca juga : Pemberian Visiting Professor Antarnegara: Diplomasi Pengetahuan Indonesia-Rusia
Longsor terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Struktur tanah yang labil menjadi kendala utama pencarian. Tim SAR bahkan melaporkan adanya bunyi rekahan tanah yang meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan.
Mahdalena mendorong seluruh unsur Pemerintah dan tim gabungan meningkatkan koordinasi agar proses pencarian berjalan lebih optimal. Ia juga meminta Pemerintah Pusat dan Daerah memberi perhatian penuh bagi warga terdampak, termasuk penyediaan posko yang aman dan nyaman.
Baca juga : Bencana Longsor Mengintai, Waspadalah!
“Makanan, pakaian, dan air bersih harus menjadi prioritas. Kebutuhan khusus bagi anak-anak dan perempuan juga jangan diabaikan,” katanya.
Data Pos Komando Tanggap Darurat Kecamatan Pandanarum mencatat, sebanyak 937 warga terdampak. Dua orang meninggal dunia, sementara 48 rumah rusak berat. Sebanyak 134 rumah, tiga warung, dan dua musala rusak ringan. Longsor juga menimbun 800 meter jalan desa dan 670 meter saluran air. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 31,123 miliar.
Baca juga : Bantu Korban Longsor Banjarnegara, Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Kirim Logistik
Mahdalena menekankan pentingnya pemetaan kawasan rawan longsor untuk mencegah bencana berulang. Ia mengingatkan bahwa Banjarnegara sebelumnya pernah mengalami longsor besar pada 12 Desember 2014 di Kecamatan Karangkobar yang menewaskan 95 orang dan membuat 13 orang hilang.
“Kita tidak ingin masyarakat hidup dalam ketakutan. Pemerintah harus segera melakukan langkah pencegahan agar risiko bencana dapat diminimalkan,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya