BREAKING NEWS
 

Komisi IV DPR Minta Perusakan Kebun Teh Pangalengan Diusut Tuntas

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 28 November 2025 14:18 WIB
Anggota Komisi IV DPR Rajiv. (Foto: dok pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Rajiv mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan kebun teh milik PTPN I Regional II Malabar di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Ia menekankan, penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menelusuri aktor intelektual yang diduga berada di balik aksi tersebut.

“Kerusakan belasan hektare ini bukan pekerjaan kecil. Ada pola, ada pendanaan, dan ada kepentingan. Saya minta polisi mengungkap siapa dalangnya,” kata Rajiv dalam keterangannya di Bandung, Jumat (28/11/2025).

Baca juga : Demokrat Minta Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Bencana Di Sumatera

Ia menambahkan publik berhak mengetahui pihak yang menggerakkan dan menikmati manfaat dari perusakan itu. Pernyataan tersebut disampaikan setelah menerima laporan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim gabungan Polresta Bandung dan Polsek Pangalengan pada Kamis (27/11) di Desa Margamulya.

Berdasarkan hasil olah TKP, kerusakan tercatat terjadi di tiga blok lahan. Di Blok Bojong Waru, Kampung Bojong Waru, petugas menemukan sekitar lima hektare kebun teh yang batangnya dipotong dari pangkal dan dibiarkan mengering.

Adsense

Kerusakan lebih luas tampak di Blok Cipicung I, Kampung Babakan Tirtasari, mencapai delapan hektare lebih. Sementara di Blok Cipicung II, Kampung Sukatinggal, sekitar satu hektare tanaman juga ditemukan rusak dengan pola serupa.

Baca juga : DPR Soroti Isu Pembabatan Hutan Mangrove Di Sultra

Rajiv mengatakan, berdasarkan laporan seorang petugas PTPN VIII, perusakan dilakukan secara terencana. Banyak bekas potongan yang sangat rapi dan dilakukan malam hari saat patroli tidak ada, dan berlangsung berbulan-bulan.

Rajiv menilai pola tersebut memperkuat dugaan adanya pihak berkepentingan yang ingin memanfaatkan lahan BUMN secara ilegal. Ia bahkan menyatakan siap membawa persoalan ini ke rapat bersama Kementerian BUMN bila diperlukan.

“Jelas ada tujuan jangka panjang. Pemeriksaan lintas lembaga tidak boleh menjadi formalitas. Negara tidak boleh kalah oleh pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal,” katanya.

Baca juga : Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta Percepatan Penyaluran Bansos Pangan

Selain itu, Rajiv mengajak masyarakat Pangalengan untuk menjaga area perkebunan teh Malabar dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan. “Ini menyangkut kesejahteraan banyak keluarga,” ujarnya.

Rajiv juga menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat tidak akan lolos dari proses hukum. “Ini aset negara. Tidak boleh ada yang mempermainkannya,” katanya.

Hingga kini, penyidikan masih berlangsung. Kepolisian menargetkan dapat mengungkap seluruh pelaku dan jaringan yang terlibat dalam perusakan belasan hektare kebun teh tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense