BREAKING NEWS
 

Antisipasi Banjir Pulau Jawa

DPR: Modifikasi Cuaca Solusi Jangka Pendek

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Jumat, 30 Januari 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi XII DPR Dipo Nusantara. Foto: dpr.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah untuk menekan risiko banjir dan longsor di Pulau Jawa. Upaya tersebut penting dalam kondisi darurat, tapi tidak dapat dijadikan satu-satunya andalan dalam penanggulangan bencana dalam jangka panjang.

Anggota Komisi XII DPR Dipo Nusantara mengatakan, modifikasi cuaca hanya menunda atau mengurangi curah hujan sesaat. "Kalau persoalan hulunya tidak dibenahi, banjir dan longsor akan terus berulang,” ucapnya, kemarin.

Menurut Dipo, modifikasi cuaca seperti penyemaian awan memang dapat membantu mengurangi intensitas hujan dalam waktu tertentu. Namun, langkah ini tidak menyentuh akar persoalan yang menyebabkan banjir dan longsor berulang. Seperti kerusakan lingkungan, buruknya tata kelola daerah aliran sungai (DAS), hingga lemahnya sistem mitigasi bencana.

Baca juga : Pemerintah Gratiskan Sertipikat Tanah Warga

Mayoritas pemicu banjir dan longsor akhir-akhir ini karena kerusakan lingkungan dan buruknya tata kelola DAS. "Harusnya faktor-faktor itu yang dikelola secara intensif dari waktu ke waktu,” tandas politikus PKB ini.

Pemerintah, lanjutnya, mesti memiliki rencana jangka panjang dan berkelanjutan dalam menghadapi potensi bencana. Terlebih, Indonesia merupakan negara yang secara geografis sangat rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

Dipo menambahkan, modifikasi cuaca harus diiringi dengan pembenahan struktural. Seperti normalisasi sungai, perbaikan sistem drainase, rehabilitasi daerah resapan air, serta penataan tata ruang yang tegas dan berkelanjutan.

Baca juga : Kelas Bersahaja Jadi Cara Melawan Child Grooming

“Tanpa normalisasi sungai, perbaikan drainase, perlindungan kawasan hutan dan resapan, modifikasi cuaca tidak akan maksimal, hanya menjadi solusi sesaat,” jelasnya.

Dengan itu, Dipo mendorong Pemerintah untuk memperkuat mitigasi bencana sebagai langkah utama pencegahan. Mitigasi mencakup upaya mengurangi risiko bencana sejak sebelum bencana terjadi dan bukan sekadar penanganan saat kondisi darurat.

Senayan menyoroti modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah untuk menekan risiko banjir dan longsor di Pulau Jawa. Upaya tersebut penting dalam kondisi darurat, tapi tidak dapat dijadikan satu-satunya andalan dalam penanggulangan bencana dalam jangka panjang.

Baca juga : Eks Stafsus Menteri Agama Dicecar Soal Kerugian Negara

Ia berharap, Pemerintah Pusat (Pempus) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat bersinergi dalam menyusun strategi penanggulangan bencana yang komprehensif, sehingga kejadian banjir dan longsor tidak terus berulang setiap musim hujan.

Adsense

Sementara, anggota Komisi V DPR Teguh Iswara Suardi meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan literasi kebencanaan. Tujuannya agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang kian meningkat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense