Sebelumnya
Kebijakan ini diyakini mampu menjawab kekhawatiran investor asing sekaligus memperkuat fondasi pasar modal nasional.
“Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan visioner," puji Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026). Diketahui, free float adalah jumlah saham perusahaan yang beredar di publik dan bisa diperdagangkan bebas di pasar.
Bamsoet melanjutkan, arahan yang diberikan Presiden Prabowo bukan reaksi sesaat terhadap tekanan pasar. Itu adalah langkah struktural untuk membenahi tata kelola bursa, meningkatkan kepercayaan investor, dan menjaga posisi Indonesia sebagai pasar emerging yang kredibel.
Baca juga : Wihaji Lapor Capaian Program Kependudukan
Begitu juga dengan langkah Presiden menaikkan ketentuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen merupakan sinyal kuat perbaikan tata kelola. Angka tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan Thailand dan lebih terbuka dibandingkan Singapura, Filipina, serta Inggris yang masih berada di level 10 persen.
Meski begitu, dia meminta peningkatan free float harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan gejolak baru, terutama bagi emiten dengan struktur kepemilikan yang sangat mengganggu. Karena masalah pasar modal di Indonesia selama ini adalah likuiditas semu. Artinya, kapitalisasi besar, tetapi saham yang benar-benar beredar di publik sangat terbatas. "Ketika ada sentimen negatif dunia, pasar langsung goyah," kata mantan Ketua MPR ini.
Ia menilai, kebijakan free float 15 persen adalah koreksi penting agar harga saham lebih mencerminkan mekanisme pasar yang sehat. Bamsoet menambahkan percepatan demutualisasi BEI sebagai agenda krusial yang tertunda.
Baca juga : Kasus Gratifikasi Bupati Pati, Para Pengepul Caperdes Rame-rame Balikin Uang
Demutualisasi diyakini dapat mengurangi konflik kepentingan antara pengelola bursa dan anggota bursa, memperkuat independensi pengawasan, serta membuka peluang masuknya investor strategis, termasuk Sovereign Wealth Fund seperti Danantara.
Dia menegaskan pasar modal adalah cermin kepercayaan. Ketika tata kelola diperbaiki dan arah kebijakan jelas, investor akan kembali. "Arahan Presiden Prabowo memberi sinyal kuat Indonesia serius membangun pasar modal yang adil, transparan, dan kompetitif," tandas politikus Golkar ini. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 1 Februari 2026 dengan judul "Danantara Pegang Saham BEI Senayan Dukung Rencana Pembenahan Pasar Modal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.