RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Adde Rosi Khoerunnisa mendorong penguatan regulasi kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Aturan itu harus sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pangan nasional.
Menurut Adde, pemanfaatan teknologi tidak bisa dilepaskan dari kepastian hukum dan arah kebijakan yang jelas. Tanpa regulasi yang kuat, inovasi berpotensi berjalan tanpa pengawasan dan berisiko bagi petani serta sistem pangan nasional.
“DPR memiliki tanggung jawab memastikan setiap regulasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Baca juga : Golkar Sultra Segera Susun Tahapan Pemenangan Pemilu
Politikus Partai Golkar itu mengatakan, pembahasan RUU Pangan jadi momentum penting untuk memperkuat aspek teknologi. Hingga kini, petani yang merupakan aktor utama dalam sistem ketahanan pangan justru menghadapi keterbatasan akses teknologi, pembiayaan, dan literasi digital.
Seharusnya, kata dia, kehadiran AI tidak diposisikan sebagai pengganti petani, melainkan sebagai pendamping. Pasalnya, teknologi bisa membantu mengelola risiko produksi dan distribusi.
Dengan pendekatan yang tepat, keterbatasan petani dapat diminimalkan. “AI hadir untuk membantu dan mendampingi petani, mengamuflasekan keterbatasan modal, akses, dan cuaca,” ujarnya.
Baca juga : Peringati HUT Ke-18, Kemenangan Gerindra Buah Dari Kesabaran Dan Disiplin
Adde juga mengingatkan pentingnya riset sebagai fondasi pengembangan AI. Saat ini, Pemerintah telah menunjukkan komitmennya melalui peningkatan dana riset abadi. Dukungan anggaran itu adalah modal penting inovasi, karena riset ketahanan pangan berbasis AI membutuhkan pembiayaan besar dan kesinambungan kebijakan.
“Negara-negara maju mengalokasikan anggaran jutaan dolar untuk sektor ini. Dana harus dimanfaatkan optimal,” ucapnya.
Sejalan dengan itu, anggota BKSAP DPR Verrel Bramasta menilai, pemanfaatan AI juga berpeluang besar menekan Food Loss dan Food Waste. Dua persoalan itu jadi tantangan utama ketahanan pangan nasional karena produksi yang tinggi belum tentu menjamin ketersediaan pangan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.