Sebelumnya
“Kalau bicara inovasi, kita tidak perlu khawatir dari sisi produksi. Yang perlu didiskusikan adalah Food Loss dan Food Waste,” ujar politikus PAN itu.
Dia menjelaskan, sekitar 31 persen pangan di Indonesia terbuang setiap tahun. Kerugian itu terjadi di berbagai mata rantai, mulai dari logistik, penyimpanan, dan manajemen pascapanen. Sistem yang belum terintegrasi jadi penyebab utama.
Baca juga : Golkar Sultra Segera Susun Tahapan Pemenangan Pemilu
Menurutnya, pengalaman sejumlah negara menunjukkan AI mampu menekan limbah pangan secara signifikan. Teknologi bisa mendeteksi stok mendekati kedaluwarsa serta menyesuaikan distribusi. Pendekatan ini relevan untuk diterapkan di Indonesia.
“Di London, pemanfaatan AI mampu menurunkan limbah pangan hingga 87 persen,” ungkapnya.
Baca juga : Peringati HUT Ke-18, Kemenangan Gerindra Buah Dari Kesabaran Dan Disiplin
Verrel mendorong pengembangan sistem logistik berbasis AI yang terhubung dengan data produksi dan permintaan. Integrasi data jadi hal krusial agar kebijakan pangan lebih presisi, karena tanpa dukungan teknologi, pengendalian kerugian sulit dilakukan.
Dia menegaskan, penguatan regulasi, riset, dan infrastruktur digital harus berjalan seiring. Ketiganya menjadi fondasi utama ketahanan pangan modern. Tanpa sinergi, pemanfaatan AI berpotensi tidak optimal. “Dengan sistem yang terukur dan terintegrasi, Food Loss dan Food Waste bisa ditekan secara nyata,” pungkasnya. PYB
Baca juga : Danantara Resmikan Proyek Hilirisasi Fase I Senilai 7 Miliar Dolar AS
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 12, edisi Senin, 9 Februari 2026 dengan judul "Sarankan Pakai Teknologi AI Legislator Dukung Ketahanan Pangan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.