BREAKING NEWS
 

Ekspor Perikanan Naik, Komisi IV Minta Kesejahteraan Nelayan Ikut Terangkat

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 18 Februari 2026 16:36 WIB
Foto: PKB.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia sepanjang 2025 mencatat tren positif. Namun, DPR mengingatkan agar kenaikan nilai ekspor tersebut tidak berhenti sebagai capaian statistik, melainkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan nelayan dan petani udang di tingkat bawah.

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jaelani, mengapresiasi peningkatan nilai ekspor perikanan, tetapi menekankan perlunya pemerataan manfaat bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat pesisir.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total nilai ekspor perikanan Indonesia pada periode Januari–Desember 2025 mencapai USD 6,27 miliar atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Komisi IV Harap Bulog Kendalikan Harga Pangan

Amerika Serikat menjadi tujuan utama dengan kontribusi USD 1,99 miliar (31,8 persen), disusul China USD 1,22 miliar (19,5 persen), dan kawasan ASEAN USD 1,00 miliar (16,0 persen).

“Kenaikan nilai ekspor ini patut diapresiasi. Kendati demikian, pertumbuhan ini harus dirasakan manfaatnya oleh nelayan dan petani udang, bukan hanya dinikmati segelintir pihak,” ujar Jaelani di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Adsense

Ia menyoroti ketimpangan struktur industri perikanan nasional yang masih didominasi pemodal besar di sektor hilir, sementara pelaku usaha kecil dan menengah sering terpinggirkan.

Baca juga : Rakernas Perdana APUDSI Dorong Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Menurutnya, momentum kenaikan ekspor harus dimanfaatkan sebagai pintu masuk transformasi industri yang lebih inklusif.

“Kondisi ini harus diubah. Tren positif ekspor harus menjadi sarana untuk mengangkat pengusaha kecil dan menengah agar terlibat lebih jauh dalam rantai pasok global. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di tengah kejayaan ekspor kita,” tegas legislator PKB tersebut.

Selain isu kesejahteraan, Jaelani juga mengingatkan KKP untuk memperketat pengawasan kualitas produk perikanan.

Baca juga : Yusril: Kami Ingin UMKM Terlindungi

Ia menilai, meningkatnya ekspor menunjukkan produk Indonesia semakin diterima pasar global sehingga standar mutu harus dijaga secara konsisten.

Ia turut menyoroti isu sensitif terkait dugaan pencemaran radioaktif pada sebagian produk perikanan di wilayah Banten yang sempat mencuat.

“KKP harus memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjamin. Isu pencemaran, seperti kabar radiasi di Banten, harus ditangani secara transparan dan saintifik agar tidak merusak kepercayaan pasar internasional yang sudah terbangun,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense