RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan, Indonesia membutuhkan pendekatan diversifikasi energi listrik bertenaga nuklir guna mensiasati krisis saat ini.
Hal ini disampaikan Sultan saat menerima Audiensi Duta Besar Federasi Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov di Gedung Nusantara 3, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca juga : Dijamu Presiden Lee Di Blue House, Prabowo Bahas Ketahanan Energi
Menurutnya energi nuklir merupakan sumber energy bersih yang relevan dengan visi net zero emission Indonesia 2030 Dan sesuai dengan tujuan Paris Agreement.
"Sebagai negara maritim yang luas, Indonesia membutuhkan inovasi pengembangan potensi energy nuklir sebagai sumber energi listrik dan lainnya. Dan Rusia menjadi negara sahabat yang sejak lama konsen mengembangkan energi nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik," ujar Sultan dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Baca juga : Resmi Dilantik DPR, Ketua OJK Baru Beri Angin Segar Bagi Pasar
Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu mengungkapkan Rusia melalui Dubesnya telah menawarkan kerjasama pengembangan energy listrik nuklir yang aman.
"Kami mendorong Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan energy nuklir. Sehingga ketika terjadi turbulensi geopolitik seperti sekarang ini, kita memiliki kesiapan energi secara mandiri," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.