BREAKING NEWS
 

Nurdin Halid Dorong Optimalisasi Produk Pangan RI untuk Konsumsi Haji & Umrah

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 26 Mei 2026 11:50 WIB
Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid, dan Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji yang juga Ketua Fraksi Golkar DPR RI di sela-sela menjalankan Ibadah Haji tahun 2026 di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Partai Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Tim Pengawas DPR RI untuk Ibadah Haji 2026, Nurdin Halid, mendorong optimalisasi penggunaan produk pangan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

Nilai ekonomi sektor konsumsi haji dan umrah yang mencapai lebih dari Rp 60 triliun per tahun dinilai menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan industri pangan nasional.

“Dengan jumlah jemaah haji 221 ribu orang tahun 2026 ini, nilai ekonomi kebutuhan konsumsi saja mencapai Rp 18,2 triliun. Jika digabung dengan umrah yang berjumlah sekitar 1,7 juta jemaah, nilainya mencapai Rp 60 triliun lebih per tahun. Potensi besar ini harus bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan ekonomi negara kita,” ujar Nurdin dalam keterangannya dari Makkah, Senin (25/5/2026).

Menurut Nurdin, perputaran uang untuk konsumsi haji dan umrah seharusnya memberi dampak langsung bagi perekonomian nasional.

Khusus kebutuhan konsumsi 221 ribu jemaah haji Indonesia tahun 2026, nilai perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 18,2 triliun.

Angka tersebut dihitung dari penyediaan sekitar 2,78 juta boks makanan untuk 111 kali makan per jemaah selama 40 hari yang dikelola 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.

Adapun biaya katering ditetapkan sebesar 40 riyal Arab Saudi per hari atau sekitar Rp 180 ribu. Namun, Nurdin menilai potensi ekonomi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga : Amphuri Dorong Solusi Bersama Atasi Lonjakan Harga Tiket Umrah

Selama ini, pasokan bahan pangan untuk katering jemaah haji Indonesia masih banyak bergantung pada produk dari Thailand, Vietnam, Brasil, dan sejumlah negara Timur Tengah.

“Momentum haji seharusnya mampu menciptakan efek berganda bagi pelaku usaha nasional. Indonesia memiliki banyak produk petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi yang mampu memasok kebutuhan katering, mulai dari beras, sayur, lauk-pauk, hingga bumbu dapur,” kata kader senior Partai Golkar tersebut.

Diskusi Kebangsaan di Makkah

Sebelumnya, Sabtu (23/5/2026), Nurdin Halid mengikuti diskusi kebangsaan bersama sejumlah tokoh nasional di sela pelaksanaan ibadah haji di Makkah.

Diskusi tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji, serta Nurdin Halid sendiri.

Mereka membahas berbagai isu strategis, mulai dari pelayanan jemaah haji 2026, penguatan ekonomi konstitusi Pasal 33, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pengembangan Danantara, hingga hilirisasi sumber daya alam.

“Inti diskusi adalah bagaimana keberpihakan negara terhadap rakyat, terutama agar pengelolaan sumber daya alam bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurdin.

Adsense

Dalam diskusi itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian utama karena dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat.

Baca juga : Diresmikan Presiden, Menkop: Operasionalisasi 1.061 KDKMP Bangun Ekonomi Rakyat

Nurdin menyebut, ibadah haji dan umrah dapat menjadi pasar besar (captive market) bagi produk hilirisasi pangan nasional, seperti hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM.

Ia menilai, pemerintah perlu hadir lebih aktif dalam membangun ekosistem logistik dan rantai pasok haji agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati negara lain.

“Karena itu, kita harus mendorong ekspor komoditas pangan untuk memanfaatkan momentum ekonomi haji. Negara harus hadir paling depan melalui kementerian, lembaga, dan BUMN terkait agar peluang pasar besar ini berdampak nyata bagi ekonomi rakyat dan bangsa,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, terdapat sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi jemaah.

Sebanyak 75 dapur katering jemaah haji Indonesia menyiapkan menu Nusantara seperti nasi uduk, rendang, kari ayam, ayam woku, bistik daging, capcay, hingga tempe. Sementara saat puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah mendapatkan 15 paket makanan siap santap bercita rasa Nusantara.

Menurut Nurdin, tingginya nilai ekonomi konsumsi jemaah haji dan umrah harus menjadi perhatian serius pemerintah karena Indonesia merupakan salah satu pengirim jemaah terbesar di dunia.

Ia juga mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah, termasuk optimalisasi ekspor bahan pangan Indonesia serta penggunaan sistem transaksi digital seperti QRIS di Arab Saudi.

Perlu Tim Khusus Logistik Haji

Baca juga : Menhut Promosikan Produk Kehutanan RI Di Pasar AS

Nurdin mendorong pembentukan tim kerja lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat logistik haji dan umrah Indonesia.

Tim tersebut diharapkan melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Danantara, serta BUMN pangan.

Menurutnya, pemerintah perlu masuk lebih jauh ke dalam ekosistem rantai pasok haji, termasuk melalui investasi dan kerja sama dengan perusahaan katering di Arab Saudi.

Saat ini, penyediaan konsumsi jemaah haji Indonesia melibatkan 75 dapur katering lokal serta sejumlah perusahaan pemasok makanan siap santap asal Indonesia, seperti PT Halalan Thayyiban Indonesia, PT Indo Niaga Agro, dan PT Laukita Bersama Indonesia.

“Danantara dan BUMN perlu proaktif melakukan investasi atau kerja sama dengan perusahaan katering Arab Saudi. Jika kita memiliki akses kuat terhadap dapur katering, maka kontrol bahan baku dan pemanfaatan produk Indonesia bisa lebih optimal,” tegas Nurdin.

Ia menegaskan, pembentukan kerja sama khusus lintas kementerian dan lembaga akan menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi musim haji tidak hanya dirasakan di Arab Saudi, tetapi juga kembali kepada petani, koperasi, UMKM, dan industri pangan nasional di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense