BREAKING NEWS
 

Kunjungan Prabowo Ke Prancis Momentum Penguatan Peran Indonesia Di Indo-Pasifik

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 2 Juni 2026 22:36 WIB
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti. Foto: DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 dinilai menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisi strategisnya di kawasan Indo-Pasifik.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti menilai lawatan tersebut tidak hanya dapat dipahami sebagai agenda bilateral antara Indonesia dan Prancis, tapi juga sebagai bagian dari upaya Indonesia ikut membentuk arsitektur ekonomi dan keamanan kawasan pada abad ke-21.

Menurut Azis, dunia saat ini sedang berada dalam fase perubahan besar. Pusat gravitasi ekonomi global semakin bergeser ke Asia, sementara kawasan Indo-Pasifik menjadi jalur utama perdagangan dunia sekaligus arena persaingan teknologi, energi, mineral kritis, dan keamanan maritim.

“Indonesia tidak lagi berdiri di pinggiran peta. Dengan populasi besar, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, posisi geografis strategis, serta cadangan mineral penting, Indonesia semakin dipandang sebagai negara kunci dalam percaturan Indo-Pasifik,” ujar Azis dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Azis mengatakan, diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan pola yang tidak terpaku pada satu kutub kekuatan tertentu. Indonesia, kata dia, tetap menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Timur Tengah, dan Eropa secara bersamaan.

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berupaya memperluas ruang gerak diplomatik di tengah dunia yang semakin terbelah. “Bangsa yang ingin menjadi aktor strategis tidak boleh terjebak menjadi satelit siapa pun,” kata Azis.

Baca juga : BNI Dukung Atlet Indonesia Lanjutkan Momentum Prestasi di Indonesia Open 2026

Ia menilai, Prancis memiliki posisi penting dalam strategi tersebut. Selain menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama Eropa, Prancis juga merupakan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, memiliki kemampuan teknologi tinggi, industri pertahanan kuat, serta kehadiran strategis langsung di kawasan Indo-Pasifik.

Karena itu, menurut Azis, pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang menyebut Indonesia sebagai mitra strategis utama Prancis di Indo-Pasifik mencerminkan perubahan cara pandang terhadap posisi Indonesia.

“Indonesia tidak lagi dilihat semata sebagai pasar besar, tetapi semakin dipandang sebagai salah satu penentu keseimbangan kawasan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan Prancis sepakat meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Azis menilai status itu menunjukkan bahwa kedua negara sedang membangun kerja sama jangka panjang, tidak hanya pada sektor perdagangan atau investasi.

Cakupan kerja sama kedua negara meliputi pertahanan, keamanan maritim, energi bersih, pendidikan, inovasi, riset, investasi, teknologi, mineral kritis, industri strategis, hingga koordinasi dalam berbagai isu global.

Adsense

Azis mengatakan, sektor-sektor tersebut saling berkaitan dalam membentuk kekuatan negara modern. Menurutnya, kekuatan abad ke-21 tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah atau jumlah penduduk, tetapi juga oleh kemampuan menguasai teknologi, menjaga rantai pasok, mengembangkan inovasi, memperkuat keamanan maritim, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga : Prabowo: Pancasila Pegangan Utama Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Ia mencontohkan, pembahasan mengenai mineral kritis berkaitan langsung dengan pengembangan baterai kendaraan listrik, energi baru, serta manufaktur berteknologi tinggi. Sementara kerja sama riset dan inovasi dinilai penting untuk memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan.

Di sisi lain, kerja sama keamanan maritim dan pertahanan dinilai berperan dalam menjaga stabilitas kawasan serta melindungi jalur perdagangan utama di Indo-Pasifik.

“Yang sedang dibangun bukan sekadar proyek kerja sama bilateral, tetapi simpul-simpul yang kelak dapat membentuk arsitektur kawasan,” kata Azis.

Azis juga menekankan pentingnya Indonesia memanfaatkan diplomasi sebagai instrumen transformasi nasional. Ia menyebut negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berhasil memperkuat posisinya melalui diplomasi teknologi, ekonomi, dan strategi jangka panjang.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang serupa melalui kepemilikan cadangan nikel, tembaga, bauksit, dan mineral strategis lainnya. Namun, sumber daya tersebut baru akan memberi manfaat besar apabila terhubung dengan teknologi, investasi, riset, dan industri bernilai tambah di dalam negeri.

“Nilai penting kunjungan ini bukan hanya pada angka investasi, melainkan pada kemungkinan transfer teknologi, penguatan kapasitas industri nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peluang Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global,” ujarnya.

Baca juga : Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir Kepada Ryamizard Ryacudu

Azis menambahkan, dimensi keamanan dalam kerja sama Indonesia-Prancis juga tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi. Menurutnya, ancaman modern tidak lagi hanya berbentuk konflik militer, tetapi juga mencakup gangguan rantai pasok, perang siber, manipulasi informasi, krisis energi, dan perebutan teknologi strategis.

Karena itu, kerja sama pertahanan modern dinilai tidak boleh hanya dipahami sebagai pembelian alat utama sistem persenjataan, melainkan sebagai bagian dari pembangunan kapasitas nasional.

Meski demikian, Azis mengingatkan bahwa keberhasilan kunjungan tersebut tetap bergantung pada kemampuan kedua negara menerjemahkan komitmen menjadi langkah konkret.

Ia menilai Indonesia harus mampu memastikan kerja sama dengan Prancis benar-benar memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kemandirian teknologi, serta memperbesar peran Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

“Jika kelak Indo-Pasifik benar-benar menjadi pusat gravitasi dunia abad ke-21, lawatan Presiden Prabowo ke Paris dapat dikenang sebagai salah satu momen ketika Indonesia mulai melangkah dari ruang penonton menuju ruang perancang,” kata Azis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense