Dark/Light Mode

Prabowo: Pancasila Pegangan Utama Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Senin, 1 Juni 2026 14:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Pancasila menjadi pegangan utama bagi bangsa Indonesia di tengah ketidakpastian global. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Prabowo mengatakan, persaingan geopolitik, perang dagang, hingga gejolak ekonomi menjadi tantangan serius yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, Indonesia memiliki Pancasila sebagai modal dasar untuk menjaga persatuan dan menentukan arah pembangunan ke depan.

"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,” ujarnya. 

Baca juga : Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir Kepada Ryamizard Ryacudu

Kepala Negara menerangkan, Pancasila sebagai falsafah bangsa lahir dari sejarah, pengalaman, dan cita-cita bangsa Indonesia. Berkat Pancasila, ratusan suku bangsa yang tersebar di ribuan pulau berhasil dipersatukan dalam satu tujuan dan cita-cita kebangsaan. Persatuan tersebut menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Oleh karenanya, Prabowo menekankan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang sekadar sebagai warisan sejarah atau simbol formal dalam seremoni kenegaraan. Menurutnya, Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari bidang politik dan hukum hingga pembangunan sosial, budaya, dan sistem ekonomi nasional.

“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara,” katanya.

Baca juga : Pancasila dan Tanggung Jawab Moral Indonesia bagi Perdamaian Dunia

Mengingat perannya yang krusial di tengah dinamika global, Prabowo mengatakan bahwa Pancasila juga menjadi fondasi utama transformasi ekonomi nasional saat ini. Menurutnya, transformasi yang dilakukan pemerintah bertujuan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Pemerintah menjalankan berbagai program, seperti ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan penguatan ekonomi perdesaan guna memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi terdistribusi secara merata dan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok tertentu.

"Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila," jelasnya.

Baca juga : Wamenkum: Pancasila Pulihkan Kepercayaan Sosial & Martabat Manusia

Prabowo mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia dapat tumbuh menjadi negara yang disegani dunia apabila seluruh elemen bangsa menjalankan Pancasila secara konsisten dan sungguh-sungguh dalam setiap sektor kehidupan.

"Saya yakin, ketika kita menjalankan Pancasila secara sungguh sungguh di bidang politik, di bidang hukum, di bidang budaya dan terutama di bidang ekonomi, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara dan makmur. Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain," tuturnya.

Menutup amanatnya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga, mengamalkan, dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila demi mewujudkan cita-cita bangsa. “Mari kita jaga Pancasila. Mari kita amalkan Pancasila. Mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” tutup Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.