Sebelumnya
Andreas mengingatkan, negara tidak boleh berhenti pada pengaturan mengenai bagaimana seseorang memperoleh atau melepaskan status kewarganegaraan. Karena fenomena WNI berbondong-bondong melepas kewarganegaraan merupakan hal yang cukup serius.
Keputusan WNI melepas kewarganegaraan, lanjut dia, tentu dengan alasan yang berbeda-beda dari masing-masing WNI. Tapi apapun alasannya, bila sampai terjadi secara masif, tentu prinsip tujuan bernegara yaitu melindungi segenap tumpah darah Indonesia patut untuk dipertanyakan.
Baca juga : Pratikno Ajak Anak Berani Speak Up Lawan Kekerasan
Untuk itu, Andreas mendorong Pemerintah mencari solusi untuk mengatasi fenomena maraknya WNI melepas kewarganegaraan. Termasuk dengan kembali menarik warga negara yang memutuskan meninggalkan status WNI seperti strategi brain gain.
Diketahui, brain gain adalah fenomena suatu negara atau wilayah mendapatkan keuntungan ekonomi dan intelektual akibat masuknya atau kembalinya tenaga kerja sangat terampil, profesional, dan berpendidikan tinggi.
Baca juga : Muhaimin: Penguatan JKN Tak Cukup Hanya Tambah Peserta
Hal yang penting sekarang, jelas dia, bukanlah mencari pemasukan negara dari permohonan WNI melepas status kewarganegaraan, tapi bagaimana Pemerintah memastikan tidak ada warga negara yang merasa kehilangan harapan terhadap tanah air. Seperti kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak, pendidikan yang berkualitas, pelayanan publik yang adil, perlindungan hukum, maupun kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Apabila masih terdapat warga yang memandang masa depan lebih menjanjikan di luar negeri, Andreas menilai, hal itu harus menjadi bahan evaluasi bagi negara untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan dan pelayanan kepada rakyat. “Pemerintah perlu menyusun National Citizen Trust and Retention Strategy atau strategi nasional yang menjadikan peningkatan kepercayaan rakyat terhadap negara sebagai salah satu tujuan utama pembangunan,” jelas politisi PDIP ini.
Baca juga : Tidak Ada Keretakan, Prabowo-Gibran Solid
Strategi tersebut, tambah dia, harus berangkat dari identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menetap, berkarya, dan membangun masa depan di Indonesia. Caranya dengan memperluas kesempatan kerja, memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki pelayanan publik, dan menghadirkan kepastian hukum yang memberi rasa aman bagi setiap warga negara. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 23 Juli 2026 dengan judul "Tarif Lepas Status WNI Naik Drastis Senayan Sarankan Pemerintah Perbaiki Kualitas Pembangunan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.