BREAKING NEWS
 

Sabam: Yang Meninggal karena Covid-19 Adalah Saudara Kita

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 6 April 2020 12:32 WIB
Saban Sirait (kiri). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Atas fenomena ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun merasa sangat prihatin dengan kabar penolakan jenazah korban Covid-19 di berbagai daerah. Ganjar memohon agar tidak ada lagi penolakan jenazah korban Covid-19.
 
Ganjar mengatakan, ia sudah bertanya kepada sejumlah pakar. Bila prosedur sudah diikuti dan standar operasionalnya sudah bagus, kemudian jenazah sudah dibungkus, tidak akan ada apa-apa. Sebab, virusnya juga akan ikut mati. "Yang penting anda gak usah ikut melayat, ikuti prosedurnya, maka kalau sudah dikubur selesai. Virusnya akan ikut mati juga. Jangan ditolak," ungkap Ganjar.
 
Ganjar merasakan perasaan keluarga yang meninggal karena Covid-19. Pasti perasaan keluarga korban akan sakit. Lebih sakit lagi bila masyarakat menolak jenazah keluarganya. "Kasihan dia. Dia butuh dukungan. Bukan musuh kita kok. Jangan tolak jenazahnya. Jaga perasaan mereka. Sakitnya seperti apa sih keluarganya. Melihat mukanya tak boleh, melihat mayatanya tak boleh. Orang tercintanya meninggal dan kemudian melayat juga tak boleh. Itu sudah sakit. Tolong jangan tambah lagi perasaan sakitnya mereka. Kita dukung ya," ungkap Ganjar.
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, juga menyayangkan penolakan jenazah yang terjadi di sejumlah daerah. Ia mengatakan, pasien yang meninggal akibat Covid-19 adalah juga saudara dan harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik.
 
Haedar meminta agar pasien yang dinyatakan positif Covid19 disikapi dengan baik. Warga juga jangan menolak jika ada seseorang harus menjalani karantina di satu lokasi atau secara mandiri di kediamannya. "Aparat setempat agar dengan bijak memahamkan warga dan jangan ada yang ikut-ikutan menolak," ujarnya.
 
Haedar mengajak masyarakat benar-benar berjiwa sosial, gotong-royong, dan religius terhadap sesama. Terlebih, sikap empati dan membantu kepada korban Covid-19 yang meninggal dan keluarganya. "Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia," pungkasnya. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense