Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sekum Muhammadiyah: Menolak Jenazah Korban Covid-19 Itu Tidak Islami
Kamis, 2 April 2020 11:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekertaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu`ti, menyesalkan dengan adanya kasus penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19. Dia meminta masyarakat tidak berlebihan.
Penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19 memang banyak terjadi. Tidak hanya oleh warga sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU), tapi juga tukang gali kubur hingga sopir ambulans. Mereka parno, ketakutan tertular. Setelah di Bandar Lampung, Makassar, Bogor, Depok, kemarin ada lagi berita soal penolakan jenazah pasien Covid-19. Yaitu di Banyumas hingga Sidoarjo.
Baca juga : Sekum Muhammadiyah: Jika Tidak Betul-betul Mendesak, Tak Usah Mudik Lebaran
"Masyarakat hendaknya tidak berlebihan dalam menyikapi mereka yang terpapar virus Corona, baik yang masih dalam pantauan, sakit, atau wafat. Mereka tetap harus kita perlakukan secara manusiawi dengan penuh penerimaan dan kasih sayang," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (2/4).
"Jika mereka beragama Islam, hak mereka sebagai Muslim harus kita ditunaikan. Salah satunya apabila ada yang meninggal kita rawat sebagaimana tuntutan syariat: dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan," ucapnya.
Baca juga : LBM PBNU: Kalau Darurat, Jenazah Pasien Covid-19 Tak Perlu Dimandikan
Karena kondisi korban yang positif Covid-19, tambahnya, tentu tidak semua berkewajiban melakukan penulasaran itu. Kewajiban itu bersifat fardhu kifayah. Cukup diwakili oleh petugas medis atau keluarga yang sangat dekat apabila sehat dan kuat.
"Menolak jenazah korban Covid-19 bukanlah perilaku islami. Tugas kita justru membangkitkan optimisme keluarga yang ditinggalkan dan menerima mereka sebagai bagian dari masyarakat. Mereka sudah berat menanggung musibah dan beban itu hendaknya kita ringankan dengan membantu dan menerima mereka dengan sepenuhnya," tutupnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya