BREAKING NEWS
 

Sektor Informal Terdampak PSBB, DPR Usul Ada BLT bagi Masyarakat Miskin Mendadak

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 7 April 2020 22:12 WIB
Darmadi Durianto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto menekankan pentingnya terobosan kebijakan yang jitu dan tepat sasaran untuk menekan dampak ekonomi dan sosial akibat terus meluasnya wabah Covid-19. Apalagi, pemerintah sudah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB), yang tentu akan berdampak ke sektor informal yang jumlahnya ini sangat besar.

"Pekerja di sektor informal ini sangat besar, sekitar 60 persen. Pekerja informal ini pekerja harian, tukang siomay, gorengan. Jumlahnya itu banyak sekali. Mereka sekarang ini miskin mendadak tuh, (tapi) tanpa ada data," kata Darmadi, Selasa (7/4).

Baca juga : Baznas Gelar Cash For Work

Minimnya data terhadap para pekerja di sektor informal ini, kata Darmadi, tentu akan sangat berbahaya. Sebab, mereka tidak kebagian bantuan pemerintah. Padahal, mereka juga rentan terkena dampak akibat terus meluasnya penyebaran corona. "Dalam hal ini akan terjadi gejolak sosial karena mereka sudah kehilangan pendapatan. Kalau ini tidak disikapi pemerintah, akan berbahaya," ucap politisi PDIP ini.

Menurut Darmadi, ada beberapa terobosan yang bisa diterapkan pemerintah untuk menekan gejolak sosial di masyarakat. Pertama, melalui kebijakan Disaster Relief sebagaimana disarankan Paul Krugman, professor dari Princeton University, Amerika Serikat. Mengutip perntaan Paul, yang penting sekarang adalah pemberian bantuan sosial masyarakat berupa transfer langsung dan bantuan secara door to door. 

Baca juga : Tiket Hari Pertama Ludes, Pertamina Apresiasi Masyarakat Purwokerto

"Itu yang efektif. Karena kalau tidak direct transfer atau tidak door to door, hanya misalnya bentuknya jual murah sembako dan sebagainya, itu tidak tepat sasaran karena kebanyakan kita tidak tahu siapa itu pembelinya," kata Darmadi. 

Adsense

Sayangnya, kata dia, Pemerintah tidak memiliki data yang valid siapa saja pekerja informal yang miskin mendadak akibat wabah corona. Untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), ternyata banyak yang tidak tepat sasaran. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense