RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring, menekankan pentingnya penguatan UMKM karena memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Selain berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, UMKM juga dinilai mampu mendorong pemerataan ekonomi serta memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"UMKM ini sebetulnya sangat penting perannya dalam suatu negara. Karena menyerap tenaga kerja paling besar di Indonesia dan membuat pemerataan ekonomi lebih baik ke seluruh pelosok," ujarnya.
Hal tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI dengan tema "Sistem Keuangan Negara, Perekonomian Nasional, dan Kesejahteraan Sosial: Bagaimana Meningkatkan Peran UMKM dalam Pembangunan Ekonomi Negara" di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026).
Hadir dalam acara Anggota Badan Pengkajian MPR RI, yaitu Prof. Dr. Darmadi Durianto (Fraksi PDIP), H. Kamrussamad (Fraksi Gerindra), Heri Gunawan (Fraksi Gerindra), Ir. H. Sumail Abdullah (Fraksi Gerindra), H. Muhammad Nur Purnamasidi (Fraksi Golkar), Dr. Hj. Ida Fauziyah (Fraksi PKB), Dr. K.H. Maman Imanul Haq (Fraksi PKB), Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris (Fraksi PAN), dan Hj. Sri Wulan (Partai Nasdem).
Diskusi tersebut juga menghadirkan tiga narasumber ahli, yakni Akademisi Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, Akademisi Ekonomi Universitas Borobudur, Dr. Yolanda dan Akademisi Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Dewi Meisari Haryanti.
Baca juga : Lewati Jalan Berlumpur & Minim Sinyal, Kepala Unit BRI Dorong UMKM Naik Kelas
Tifatul mengatakan besarnya kontribusi UMKM belum sepenuhnya diikuti dukungan pemerintah yang memadai. Sejumlah persoalan masih dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan modal dan akses pembiayaan, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, hingga kemampuan menembus pasar global.
Ia juga menyoroti rendahnya interaksi sebagian pelaku UMKM dengan perbankan. Menurut Tifatul, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam merumuskan kebijakan yang mampu mendorong UMKM naik kelas tanpa menghilangkan karakter dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
"Peran UMKM memang sangat signifikan, tapi peran pemerintah masih minim. Kita ingin ini nanti bisa masuk untuk memperkuat ekonomi," katanya.
UMKM Perlu Penguatan
Dr. Handi Risza menilai, penguatan UMKM harus menjadi bagian penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Menurutnya, besarnya jumlah UMKM dan kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya diikuti peningkatan produktivitas dan kemampuan usaha untuk naik kelas.
Baca juga : Rasakan Manfaat Pemberdayaan PNM, Produk Gula Aren Susanti Dilirik Eksportir
Handi menjelaskan bahwa UMKM mencakup sekitar 99 persen unit usaha di Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Namun, sebagian besar masih berada pada skala mikro dan belum terintegrasi secara kuat dengan industri besar.
“Artinya tidak ada yang naik kelas. Insentif dan juga kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah itu tidak membuat mereka bisa naik kelas,” ujarnya.
Menurut Handi, persoalan tersebut tidak terlepas dari struktur industri nasional yang belum kuat. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus menurun, sementara sebagian aktivitas ekonomi masih bergantung pada komoditas berbasis sumber daya alam.
Kondisi ini membuat keterhubungan antara UMKM dan perusahaan besar belum berkembang optimal. Ia juga menyoroti lemahnya daya beli masyarakat dan penurunan jumlah kelas menengah yang berpotensi berdampak terhadap keberlangsungan UMKM.
Karena itu, Handi mendorong adanya kebijakan yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat pasar bagi produk lokal.
Baca juga : Menteri Maman Pamer Penguatan Akses Pembiayaan KUR di APEC China
Sebagai rekomendasi, Handi mendorong konsolidasi hulu-hilir dan integrasi UMKM dalam rantai pasok industri besar, termasuk melalui kewajiban penyerapan komponen produksi dari UMKM lokal.
Handi juga mengusulkan pengembangan korporasi atau konsorsium UMKM, pembiayaan berbasis kinerja, penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) produktif, pendanaan alternatif, serta perlindungan pasar domestik.
“Hubungan ini harus bertransformasi dari transaksional jangka pendek menjadi integrasi jangka panjang,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.