Dark/Light Mode

Tifatul Sembiring Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nyata Dirasakan Daerah

Rabu, 2 September 2026 09:58 WIB
Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring. Foto: MPR RI
Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring. Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring menekankan bahwa angka pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5,45 hingga 5,61 persen harus dirasakan dampaknya secara konkret dan merata oleh masyarakat, khususnya di daerah, bukan sekadar menjadi data di atas kertas.

Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Sistem Keuangan Negara, Perekonomian Nasional, dan Kesejahteraan Sosial bertajuk “Dinamika Daya Beli Masyarakat dan Alternatif Kebijakan” yang digelar oleh Badan Pengkajian MPR RI di Kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).

Selain Tifatul, hadir dalam FGD ini sejumlah anggota Badan Pengkajian MPR RI, yakni Prof. Dr. Darmadi Durianto (Fraksi PDI Perjuangan), H. Muhammad Nur Purnamasidi (Fraksi Golkar), Dr. K.H. Maman Imanul Haq (Fraksi PKB), Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris (Fraksi PAN), Hj. Sri Wulan, (Fraksi NasDem), Dr. Lia Istifhama (Kelompok DPD), serta H. Al Hidayat Samsu (Kelompok DPD).

Kegiatan ini juga menghadirkan tiga narasumber pakar, yaitu Akademisi Ekonomi UPN Veteran Jakarta Prof. Dr. Prasetyo Hadi, Akademisi Ekonomi Universitas Gunadarma Dr. Muhamad Yunanto, dan Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Manap Pulungan.

Baca juga : Misbakhun Harap Pimpinan Baru BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tifatul menyampaikan, pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 memang memuat capaian makro yang menggembirakan, di mana pertumbuhan ekonomi kuartal I mencapai 5,61 persen dan semester I mencapai 5,45 persen.

Namun, apabila diteliti lebih dalam, penopang utama pertumbuhan tersebut masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga alami. Di sisi lain, di tengah proyeksi postur APBN 2027 yang menembus Rp4.097,2 triliun, Tifatul membeberkan sejumlah anomali di lapangan.

Tekanan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS turut memperberat beban sektor riil. "Daya beli riil masyarakat sedang melemah dan ini berdampak langsung pada penurunan omzet pelaku UMKM. Ditambah lagi, lonjakan inflasi harga kebutuhan pokok serta maraknya serbuan produk impor murah kian menekan industri dalam negeri," tegas Tifatul.

Ia juga menyoroti gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menyentuh puluhan ribu tenaga kerja, serta data garis kemiskinan yang dinilai perlu ditinjau lebih kritis.

Baca juga : Ekonom Optimistis Ekonomi RI, Daya Beli Jadi Tantangan Utama

Mengacu data BPS, terdapat sekitar 22,93 juta penduduk dengan rentang pendapatan sekitar Rp700.000 per bulan, serta mayoritas masyarakat berpendapatan di bawah Rp1,5 juta per bulan.

"Bahkan ada kajian pakar yang menyebutkan sekitar 10 juta penduduk kelas menengah mengalami penurunan kelas karena kenaikan harga tidak diimbangi kenaikan pendapatan," papar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut.

FGD ini, lanjut Tifatul, digelar guna menelaah sejauh mana terjadinya anomali destruktif pada kondisi perekonomian nasional saat ini, termasuk bagaimana pelemahan daya beli masyarakat menjadi ujian nyata bagi kemampuan negara dalam menjalankan fungsi konstitusional ekonominya.

Menutup pandangannya, Tifatul menekankan pentingnya membangun economic security (ketahanan dan kepastian ekonomi) bagi masyarakat luas, yang mencakup ketersediaan (availability), keandalan (reliability), dan keterjangkauan (affordability).

Baca juga : Kredit Menganggur Rp 2.548 Triliun, Destry: Ruang Pertumbuhan Masih Ada

"Ketahanan ekonomi bukan sekadar bantuan jangka pendek untuk dua atau tiga hari, melainkan jaminan perlindungan jangka panjang yang berkelanjutan bagi kelompok rentan, pekerja, dan masyarakat miskin," pungkas Tifatul.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.