Sebelumnya
“Sehingga berdasarkan prognosa Kementan, stok beras cukup dan tidak perlu impor,” papar dia.
Johan bilang, sebaiknya pemerintah fokus memperbaiki pengelolaan stok beras, melalui skema pengadaan yang dilengkapi dengan insentif menarik. Jika insentif diberikan, petani atau pabrik penggilingan mau menjual gabah kepada Bulog.
“Hal ini penting dilakukan agar dapat menyerap secara penuh hasil produksi petani kita,” saran Johan.
Baca juga : BKSAP DPR Dorong Sinergi Internasional Lawan Bias Gender
Hal senada dilontarkan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria.
Arif menilai, tidak tepat impor beras dilakukan mengingat data BPS melaporkan stok beras hingga kini masih dalam jumlah cukup. Harga beras di tingkat petani akan jatuh mengingat di beberapa daerah sudah mulai panen raya.
“Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan impor beras karena stok cukup,” ujar Arif.
Baca juga : Pemerintah Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Program Food Estate
Arif bilang, langkah strategis perlu dilakukan dalam menyambut panen raya yang sebentar lagi memasuki puncak.
Sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog, dan berbagai instansi pun harus dilakukan dalam berbagai pengambilan keputusan produk pangan pokok ini.
“Begitu impor terjadi, dampaknya akan sangat serius terhadap harga dan itu akan merugikan petani. Saya kira kita harus menghargai petani yang sudah bersusah payah dan bekerja keras memberikan kita suplai pangan,” ucapnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.