BREAKING NEWS
 

Pengamat Sebut Kemunculan KIB Bawa Gairah Perpolitikan Di Indonesia

Reporter : EDY BURNAMA
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 18 Juli 2022 21:18 WIB
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai kemunculan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) secara tidak langsung memunculkan gairah perpolitikan di Indonesia.

"Kehadiran KIB telah membuat perpolitikan semakin bergairah dan juga buat PDIP gerah. Setelah KIB dideklarasikan mulai muncul dinamika politik di Indonesia" kata Ujang, Senin (18/7).

Kata Ujang, usai KIB lahir, bermunculan koalisi-koalisi lainnya dan tokoh-tokoh mulai bermunculan untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga : Kuasa Hukum Anggota DPR DK Sebut Laporan Pencabulan Bermuatan Politis

"Ke depan alan lebih ramai dengan koalisi-koalisian dan munculnya tokoh-tokoh yang akan berlaga di Pilpres akan lebih banyak dan bukan itu-itu aja," ujarnya.

Adsense

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini berharap, ada gagasan-gagasan segar untuk membangun bangsa dan negara. Bukan hanya untuk pergantian kekuasaan saja atau ganti presiden saja.

"Saya berharap KIB bisa memunculkan fenomena baru mengembangkan ide dan gagasan baru untuk membuat Indonesia semakin besar di mata dunia," harapnya.

Baca juga : Peringati HUT Ke-12, BNPT Gelorakan Sinergi Wujudkan Indonesia Harmoni

Namun yang lebih penting lagi, Ujang menginginkan setiap polisi atau capres dan cawapres 2024 tidak lagi memunculkan politik identitas yang akan membuat pembelahan-pembelahan di masyarakat.

"Maka politik identitas harus dihapuskan, menonjolkan SARA pada Pilpres 2024 akan berbahaya bagi kebhinnekaan kita," tegasnya.

Ujang bahkan menyebut politik identitas adalah cara-cara politik yang merusak. Sehingga ini harus jadi musuh bersama.

Baca juga : HUT Ke-10, Grand Cordela Hotel Komit Majukan Perhotelan Indonesia

"Penghapusan politik identitas harus dilakukan semua pihak, kalau tidak bisa maka politik identitas akan tetap ada dan mengundang kehancuran kita sendiri," tutupnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense