Sebelumnya
Sehingga, menurut aktivis 98 tersebut, Mega akan menyambut positif pertemuan ketum parpol dengan Jokowi di DPP PAN kemarin. “Nggak mungkin Bu Mega tak mengajak kekuatan-kekuatan nasionalis dan religius ke depan, pasti Bu Mega menyambut positif pertemuan-pertemuan semacam itu. Karena Bu Mega sedang ada kunjungan ke Jepang lah, beliau tak hadir,” imbuh dia.
Terpisah, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menegaskan, koalisi besar baru sekadar wacana. Bisa terbentuk, bisa juga tidak. “Yang jelas berkoalisi itu kalau saling bertemu maka itu kan saling memberikan pemahaman yang sama. Itu kan bagus untuk pembangunan demokrasi kita,” ucap Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi, kemarin.
Baca juga : Soal Koalisi Besar, Jokowi Pilih Jadi Pendengar
Lebih lanjut, Awiek menekankan tidak ada niatan koalisi besar meninggalkan PDIP. Lagipula, PDIP juga bisa mencalonkan sendiri tanpa harus berkoalisi. “Kalaupun koalisi besar terbentuk, bukan berarti kita tinggalkan (PDIP), tapi kita tetap hormati PDIP yang bisa mencalonkan sendiri,” bebernya.
Senada, Juru Bicara PAN Valeryan Bramasta mengungkapkan, dalam berkoalisi itu mempertimbangkan ide serta tujuan apa yang ingin digagas dari setiap partai. Tentunya berkenaan untuk mensejahterakan masyarakat. “Jadi rasanya kurang pas, bahasa saling meninggalkan koalisi. Yang ada adalah sepaham maupun tidak sepaham,” jelas Valen, kemarin.
Baca juga : Ormas Banten Tebar Ratusan Takjil Di Jatimakmur
Lalu apa pendapat pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad? Dia mengaku, belum terlihat tanda-tanda PDIP akan ditinggalkan.
“Pertama, pertemuan lima ketua partai pendukung Pemerintah itu juga mengundang ketua umum PDIP. Kedua, pada pertemuan itu, Jokowi yang merupakan kader PDIP juga hadir,” pungkas Saidiman, kemarin. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.