BREAKING NEWS
 

Muktamar PKB Tanpa Hambatan, Muhaimin Berpeluang Terpilih Aklamasi

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Sabtu, 24 Agustus 2024 15:06 WIB
Analis Komunikasi Politik yang juga Direktur Eksekutif Era Politik (Erapol) Indonesia, Khafidlul Ulum. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - PKB hari ini mulai menggelar Muktamar VI di Bali. Para muktamirin dari seluruh Indonesia sudah memenuhi hotel-hotel, khususnya di kawasan Nusa Dua yang akan menjadi tempat digelarnya hajatan partai politik lima tahunan itu.

Khafidlul Ulum, Analis Komunikasi Politik yang juga Direktur Eksekutif Era Politik (Erapol) Indonesia menyatakan, suasana politik di Bali sempat mengkhawatirkan. Karena PBNU memerintahkan anggota Banser dan Pagar Nusa untuk menggelar apel pasukan di Bali pada 22-25 Agustus. Sekitar 15 ribu orang mengikuti kegiatan tersebut.

"Keberadaan belasan ribu pasukan itu jelas mengganggu ketenangan dan konsentrasi para muktamirin. Melalui apel siaga itu, seolah ingin mengirim pesan agar PKB tidak macam-macam, mereka bisa menggagalkan muktamar, bahkan merebut PKB dari kepemimpinan Muhaimin Iskandar," kata Ulum dalam keterangannya, Sabtu (24/8/2024).

Namun, setelah para raja di Bali memprotes dan meminta agar apel siaga itu dibubarkan, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf akhirnya meminta Banser dan Pagar Nusa bubar dan pulang ke daerah masing-masing. Dengan tidak adanya gangguan itu, Muktamar diprediksi akan berjalan lancar.

Baca juga : Cak Imin Belum Ada Lawan

Bagaimana peluang Muhaimin dalam muktamar? Dikatakan, sampai saat ini belum ada calon yang akan menjadi lawan Muhaimin. Mantan Sekjen GP Ansor Abdul Rochman alias Cak Adung sempat berencana menyalonkan sebagai ketum PKB, namun belakangan batal.

Praktis, sampai saat ini Muhaimin menjadi calon tunggal. Jika laporan pertanggungjawab Muhaimin diterima muktamirin, maka jalannya akan semakin lapang.

Adsense

"Apalagi DPW-DPW dan DPC-DPC tampaknya akan satu suara mendukung Muhaimin menjadi ketum PKB lagi," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ulum, selama ini Muhaimin dianggap berhasil membesarkan PKB. Muhaimin memang tidak berhasil dalam Pilpres, tapi dia sukses menaikan suara PKB dalam Pileg.

Baca juga : Munas Golkar Digelar Besok, Bahlil Berpeluang Terpilih Aklamasi

"Kondisi internal PKB saat ini juga sangat solid. Jadi, tidak ada alasan untuk menggoyang kepemimpinan Muhaimin," yakinnya.

Ulum menyakini, para muktamirin pemilik suara kemungkinan besar akan aklamasi mendukung Muhaimin kembali menduduki pucuk pimpinan partai yang didirikan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Maka, diprediksi, Sabtu tengah malam (24/8/2024) atau Minggu (25/8/2024) dini hari, kemungkinan Muhaimin akan ditetapkan sebagai ketum PKB lagi. Hal itu akan mengulang Muktamar PKB 2019 di Bali yang secara aklamasi memilih Muhaimin kembali.

Muhaimin, kata Ulum, bisa gagal jadi Ketum jika ada tangan yang ingin mengganggu atau mengacaukan muktamar dengan cara kasar dan intimidatif. Serta memaksa muktamirin agar tidak memilih Muhaimin, atau menekan dan mengintimidasi Muhaimin agar tidak maju lagi. Kalau hal itu yang terjadi, maka cerita akan berkata lain.

Baca juga : Petinju Imane Khelif Layangkan Gugatan, Musk-Rowling Terancam Bui

"Saya berharap tidak ada yang menggunakan cara kasar dan brutal untuk mengganggu dan merusak kedaulatan partai politik. Biarlah partai politik menentukan masa depannya sendiri. Tragedi Golkar, jangan terjadi di PKB," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense