RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra dan Golkar menyambut baik lawatan Presiden Prabowo Subianto ke China, Amerika Serikat, hingga perkumpulan dunia, belakangan ini. Kunjungan itu dianggap efektif mendongkrak ekonomi nasional, termasuk target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati mengamini, kunjungan Presiden kali ini akan berdampak baik terhadap Indonesia. Salah satunya, mendatangkan para investor asing ke Tanah Air. Apalagi, kondisi APBN saat ini tidak kuat menopang pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Jadi perlu ada investasi yang besar-besaran ke Indonesia," kata perempuan yang akrab disapa Sara ini, kemarin.
Kemenakan Prabowo ini menekankan, adanya investor asing di Indonesia akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Lawatan Prabowo ke luar negeri menunjukkan Indonesia negara yang terbuka untuk bisnis.
Baca juga : SD Negeri Atau Swasta Harusnya Semua Gratis
"Ini bukan berarti kita terus menghilangkan lapangan pekerjaan, justru menciptakan lapangan pekerjaan. Dananya itu masuk ke Indonesia, menggenjot lapangan pekerjaan, supaya perputaran dananya itu di sini," katanya.
Menurutnya, lawatan Prabowo ke luar negeri, menandakan Indonesia ini dalam posisi membuka diri untuk berbisnis. “Kita ini akan menghadirkan hukum yang jelas, karena kepastian hukum yang dibutuhkan oleh investor," yakinnya.
Alumni University Of Virginia menekankan, kunjungan Prabowo ke luar negeri tak hanya mencari investor, melainkan menjalin hubungan yang baik dengan komunitas dunia. Dia menekankan, Indonesia akan tetap bersikap netral.
"Bahwa kita adalah negara yang, satu merdeka, yang tidak akan diadu domba untuk kepentingan pihak manapun. Kita clear pesannya adalah silakan berinvestasi, tetapi kita netral dan kita tidak akan berpihak, jika ada konflik geopolitik yang akan terjadi," katanya.
Baca juga : KPU Banten Temukan 32 Ribu Surat Suara Rusak
Wakil Ketua Komisi VII DPR ini juga menegaskan, sikap kepemimpinan Prabowo ihwal kemerdekaan Palestina tidak akan berubah. Justru, lawatan Sang Presiden ke luar negeri, sebagai ikhtiar untuk memperjuangkan hal itu.
"Karena ini tentunya sangat ramai sekali persoalan konflik-konflik yang terjadi, dan jelas bahwa kita di pidato beliau, menyampaikan di hadapan utusan-utusan negara, berani menyampaikan bahwa kita tetap akan berpihak untuk kemerdekaan Palestina," sebutnya.
Semangat yang sama disampaikan Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono. Dia menegaskan, partainya menilai, lawatan Prabowo ke luar negeri merupakan bagian dari visi Prabowo membuat Indonesia semakin disegani di panggung internasional.
"Presiden Prabowo memiliki visi misi besar mengenai pembangunan Indonesia," kata Dave.
Baca juga : DPR Bakal Siapkan RUU Keamanan Laut
Ketua PPK Kosgoro 1957 ini mengatakan, Pemerintah Indonesia saat ini memiliki rencana meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke angka 8 persen. Dia menyebut hal itu tidak bisa dilakukan tanpa memiliki kerja sama yang kuat dengan negara-negara lain.
"Untuk menekan kemiskinan hingga 0 persen dan melonjakan pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen di dunia global saat ini membutuhkan kerja sama yang intens dengan semua pihak. Apa yang Presiden perbuat adalah tahapan-tahapan menuju tersebut," jelas Dave.
Diketahui, Prabowo telah melakukan Kuningan kenegaraan ke Beijing, China. Rencananya Presiden ke-8 RI akan melanjutkan lawatannya ke Amerika Serikat (AS).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.