BREAKING NEWS
 

3 Kader Nyeberang Ke PSI, Banteng Solo Tidak Panik

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Rabu, 13 Agustus 2025 07:15 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (Foto: Instagram/dpcpdiperjuangan_surakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku tak ambil pusing atas hengkangnya tiga kader Partai Banteng. Dia menegaskan, perpindahan mereka ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tak akan mengganggu kekuatan PDI Perjuangan di Solo yang sudah mengakar sejak lama.

“Hilangnya tiga orang itu tidak menggerus suara PDI Perjuangan. Mereka punya masalah masing-masing, dan belum pernah menjadi figur struktural penting di DPC,” ujar Rudy, sapaan FX Hadi Rudyatmo, di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (12/8/2024).

Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kota Solo telah menerima surat pengunduran diri dari tiga kader, yang pernah duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo. Mereka adalah Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto. Ketiganya memutuskan bergabung dengan Partai Gajah.

Baca juga : Kasus Suap Mantan Sekretaris MA, KPK Ancam Jemput Paksa TSK

Melanjutkan keterangannya, Rudy mengatakan, PDI Perjuangan bukan sekadar kendaraan politik. PDI Perjuangan adalah rumah ideologi nasionalisme yang berdiri kokoh sejak fusi enam partai menjadi PDI pada tahun 1973, yang kemudian bertransformasi menjadi PDI Perjuangan.

Sebab itu, dia menyebut, kaderyang nyebrang ke partai lain, tidak paham dengan ideologi PDI Perjuangan. Bahkan, Rudi menilai, kader yang pindah partai hanya bertujuan mengejar hasrat berkuasa.

“Kalau orang benar-benar paham ideologi partai, dibunuh pun tetap PDI Perjuangan. Kalau pindah, berarti memang dari awal hanya mencari sesuatu lewat politik. Itu bedanya kader asli, dan penumpang,” cetusnya.

Baca juga : Pertamina Sukses Sulap Limbah Migor Jadi Avtur

Lebih lanjut, dia membeber­kan latar belakang ketiga mantan kader tersebut. Menurut Rudy, Ginda Ferachtriawan bukan kader yang tumbuh dari akar PDI Perjuangan.

“Dulu bukan siapa-siapa. Kami calonkan jadi anggota DPRD dua periode, sebagai penghargaan kepada ayahnya, meski ayahnya pernah terkena kasus korupsi. Tapi, perintah ketua umum pun dia abaikan saat Pilkada kemarin,” ungkapnya.

Wawanto, lanjut Rudy, hanya pernah menjadi pengurus ranting, dan tidak terpilih lagi. “Artinya, integritasnya dipertanyakan,” imbuhnya.

Baca juga : Omnichannel Jadi Solusi Hadapi Rojali Dan Rohana

Dyah Retno Pratiwi, tam­bah dia, juga bukan kader inti. “Jadi, anggota DPRD pun semua prosesnya saya yang urus, dari pendaftaran hingga administrasi. Itu namanya tidak tahu diri,” sindirnya.

Adsense

Rudy menambahkan, DPC PDI Perjuangan Solo sudah memecat ketiganya lewat surat resmi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Kalau mau kirim surat pengunduran diri, silakan. Tapi, secara organisasi, mereka sudah dipecat. Melanggar perintah ketua umum sama saja dengan pengkhianatan,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense